Kepulangan

1167 Kata
Bandara,Austarilia Baskara sudah menyiapakan kepulangannya ke Indonesia. Dia memakai pakian sweater dengan jeans sebagai bawahannya. Memang sudah mau memasuki musim dingin. Hari ini Baskara pulang dengan pesawat Airlines. Sachi mengantar Baskara sampai kebandara. "Bas,Can you stay in Australia?"Ujar Sachi memohon. "Hmm,not now,Sachi. I want to help my sisters in Indonesia,"ujar Baskara menegaskan. "Okay,Can you Task to me everyday,"ujar Sachi dengan wajah mendung. "Okay,and i think i love you more and then,"ujar Baskara dengan senyuman khasnya. "what?you love me? I am suprised by your statement. can you wait for an answer from me." ujar Sachi dengan terbata-bata. "Of Course, I always waiting for your answer,sachi."ujar baskara dan mengecup kening gadis muda itu. Sepeninggal Baskara,Sachi hanya bisa termenung karena sebenarnya dia juga sangat menyukai Baskara. Pesona Baskara yang tampan,ramah dan baik hati, membuat Sachi juga menyimpan rasa sukanya. Sachipun berlalu meninggalkan Bandara setelah kepergian Baskara untuk pulang ke Indonesia. Hati Sachi sangat bahagia dan senang diapun melanjutkan pekerjaannya dengan tenang. Baskara sendiri setelah memasuki pesawat perasaannya menghangat mengingat ucapan Sachi. Dia yakin akan keputusannya menyatakan perasaannya pada Sachi adalah tepat. Ditempat lain Wanda merasa khawtir dengan keadaan sekarang ini diperusahaanya. Juan mengajak Wanda keluar sebentar menemui ibunya tapi Wanda merasa kaget harus tiba-tiba menemui Calon Mertuanya. "Juan,kau sedang apa? apakah mamamu bisa menyukai aku?"kata wanda sedikit khwatir "Justru pertemuan ini lebih cepat lebih baik bukan?"kata Juan lagi kepada Wanda. "Matamu lebih cepat lebih baik bahkan aku sajah tidak mempunyai baju yanh bagus. Kau tahu sendiri perusahaanku diambanh kebangkeutan saat ini."kata Wanda Mendecak dengan.kesal. "Nona, tidak usah kesal seperti itu, aku akan memberikan pakian yang layak untukmu,sayang."kata Juan dengan nada menggoda. "Konyol sekali dirimu, Juan. memang kau tahu berapa ukuran pakaianku?"kata Wanda dengan sengit. "Hai,Nona pemarah aku ini sudah melalang buana. jadi aku bisa tahu dari sekilas aku melihat pakian-mu yamg cukup menggoda imanku,"kata Juan dengan nakal. "Kau sangat m***m sekali, aku tak pernah yakin ukuran kau berikan nanti sesuai dengan ukuran.bajuku,"Kata wanda tidak.mau kalah. "Terlebih sudah melakukannya, lagipula ukuran d*d* pas sekali untukku,"kata Juan lagi menggoda.Wanda. "Tutup mulut Laknatmu itu,"kata Wanda sambil menutup teleponnya. setelah telepon di tutup Wanda meneruskan pekerjaannya. Wanda berusaha fokus dengan pekerjaannya dikarenakan dia ingin menang tender untuk proyek pembangunan melibatkan perusahaan PT Eka Jaya Bagus dengan baik. Nilainya mencapai 5miliar dan membuat Wanda dspat menutupi hutang ayahnya. Dilain Tempat Baskara yang baru sajah tiba di Indonesia langsung bertolak kerumahnya yang lama. Wanda sudah menitip pesan kepada orang menyita rumahnya bahwa barang-barang Baskara akan diambil setelah dia pulang dari Australia. Wanda juga meberikan nomor kontak Bi Jum untuk Baskara sementara waktu mereka tinggal dengan Bi Jum. Sesampainya dirumah lamanya segala kenangan terlintas dibenak baskara. Herannya dia merasa ada sedikit janggal mengapa ayahnya bisa kabur dan menghilang tanpa kabar sedangkan menurut Baskara Ayahnya tidak pernah segitu demikian. "Bi,aku akan tiba disana jam 5 atau 6 sore barangku sangat banyak."kata Baskara kepada bi Jum melalui sambungan teleponnya. "Owh, Baik,den. Bibi Tunggu hati-hati dan jangan percaya siapapun karena Jakarta ini keras den,"kata Bibi Jum memberi nasehat. ."Tentunya,bi. jangan Khawatir aku tidak mudah dipengaruhi orang,"kata Baskara dan menutup teleponnya. Kemudian Baskara melakukan Chat dengan Sachi walau ganya sebentar..Laki-laki itu rindu dengan Sachi yah walaupun Baskara baru berusia 22tahun dia sangat bertanggung jawab. Sachi yang notabene berusia lebih muda 20tahun sajah bisa terkagum selain tampan dengan mata berwarna cokelat dan rambut dicepak. Baskara itu sangat rajin dan pandai bergaul banhak teman senang dengannya. di gilai banyak perempuan juga tentunya. Selain tekernal di kampus sebagai seseorang Ganteng Baskara populer berbagai prestasi dibidang olahraga. Sejak kecil Baskara menyukai berbagai bidang olahraga dan menggeluti Basket. To:Sachi I am Home Now. You don't thingking about my Caudition from indonesia now. i'm very tired because jetleght. I very miss you,Sachi. But i have many work now. Setelah mengetik kata itu Baskara lalu memasukkan berbagai piala dan mendali dia punya kedalam boks. Buru-buru mengunci kamarnya dan semua pakiannya sudah di depan rumahnya tadi dia sudah memasukkan semuanya terutama buku-buku pelajarannya. Di lain tempat Juan nampak sedang memperhatikan baju-baju wanita telah di pilihkan oleh asistennya Raymond. Pilihan Juan jatih kepada Dress berfloral dan berwarna pink muda tentunya dengan gambar bunga di bagian bawah. Juan tersenyum senang dengan baju pilihannya karena baju lain terlalu terbuka untuk seorang Wanda. Wanda harus terlihat formal ketika bertemu Papah dan mamanya. To:Wanda Aku kirimkan dress ini kekantormu dan aku harap kau mau memakainya owh,yah nanti malam rias wajahnya dengan cantik,yah. From: Juan 15 kemudian Wanda membalas w* dari Juan. To: Juan Baiklah, yang mulia. aku akan melakukannya sesuai ucapanmu. aku tidak akan tampil.konyol didrpan calon.mertuaku sendiri. jadi kau tenang sajah Tuan Juan yang Terhormat. From:Wanda Malampun tiba Wanda merias diri dengan cantik dan anggun. Baskara sudah berada di rumah Bibi Jum terpana dengan kecantikan kakaknya sendiri. "Kak,Sangat cantik aku rasa Kak Juan terpesona dengan penampilanmu ini,"kata Baskara memuji dengan tulus. "Kau ini, bisa sajah. Juan memilihlan bajunya untuk kupakai malam ini,"kata Wanda tersenyum pipinya mulai merasa merah karena merona. "Benar apa dikatakan,Den. Baskara Non."kata Bibi Jum menimpali ucapan Baskara. Tidak beberapa lama kemudian datang mobil Juan membuyarkan semua ucapan dan pikiran mereka. Bibi jum mempersilahkan Juan untuk masuk.kedalam rumahnya untul.memyambutnya. "Hai,kau pasti adik wanda,Baskara bukan?"kata juan sambil.menjabat tangan Baskara. "Iya, Saya Baskara adik Kak Wanda. Aku kira kau sudah berumur 45tahun ternyata baru 30tahun masih cukup muda."kata Baskara sedikit kaget. "Kau pikir aku sudah terlalu berumur yang benar sajah,"kata Juan dengan nada sedikkt mengejek. "Hey-hey, ayolah cepat pergi sajah, orang tuamu akan marah jika kita terlamabat,"kata Wanda berusaha menyudahi konflik soal usia. "Baik,kita bertemu lagi Adik ipar,"kata Juan dengan tatapan dingin. Sesampainya dimobil Juan merasa agak kesal karena ucapan adik Wanda seperti mengejek usianya. Juan merasa Tersindir karena dianggap sudah tua padahal usianya baru 30tahun. Wanda menyadari hal itu hanya diam sajah. Wanda berfikir wajar karena kebanyakan pengusaha mendekati Wanda biasanya berumur. Wanda cukup beruntung di minati oleh seorang Ceo Dark Company. Mobil membelah memasuki pekarangan rumah yang megah dan mewah. Rumah adalah milik keluarga besar Juan Christian. "Ayo masuk, sudah sampai dan kau nampak cantik hari ini," kata Juan kepada Wanda dengan tulus. "Kau bisa sajah, apakah mamamu galak?"kata Wanda kepada Juan dia penasaran. "Jika kau bersikap baik mamaku tidak akan menerkanmu, dan mama memang sangat ingin aku menikah."Kata Juan kepada Wanda dengan tenang. "Owh baiklah, aku tidak perlu lhwatir jika begitu,"kata Wanda acuh tak acuh berjalan beiringan dengan Juan. Didalam rumah disambut dengan baik oleh para pelayan keluarga Juan. Juan langsung berjalan ke arah ruang makan berada dibalik ruang utama keluargamya dengan menggandeng Wanda tentunya. Wamda tidak perotes dia juga takut kesasar dirumah semegah ini dia membiarkan Juan memegang tangannya. "Hai,ma,pa. kenalkan ini Wanda pacar baruku,"kata Juan dengan bangga "Kau sangat cantik seperti ceritanya,"kata Mama Juan memuji Wanda. "Aku kira kau sudah rabun,untung pilihanmu kali ini cocok dan sangat cantik,"kata Papa Juan Bangga. " Kalian terlalu memuji, Wanda sampai malu seperti itu,"kata Juan menyenggol lengan Wanda. "Ayo,duduk nak,dengan mama sajah,biarkan Juan duduk dekat dengan papahnya,"kata Mama juan sambil mempersilahkan Wanda duduk. "Haish,sebenarnya anak kalian itu aku atau dia,sih. Aku sajah tidak disambut oleh kalian berdua,"kata Juan dengan nada pura-pura kesal.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN