POV Juan
Acara pertemuan antara Wanda dan Orang tuaku sudah sukses besar. Mama dan Papa tampaknya sudah memberikan lampu hijau. Namun, aku sendiri tidak habis pikir mengapa Dominic memilih Jeslyn jelas-jelas berbeda jauh dengan Wanda. Wanda mempunyai dayanarik yang memikat dengan iris mata cokelatnya,rambut sebahu yang digerai,tapi itu bagus aku bisa menikahi Wanda lagipula tidak merasa dirugikan. Wanda sudah menyetujuinya walaupun masoh karena dasar terpaksa dan aku ingin memastikan persaanku juga. Pagi ini kami akan melakukan beberapa pertemuan bersama.
To:Wanda
Hari ini kita ada meeting dijam 10.00wib dan Fitting baju dijam 17.00 wib. Apa kau sudah sarapan? mau makan siang bersama?
from:Juan
10menit kemudian pesan w* masuk.
To:Juan
Boleh hari ini, aku juga tidak ada acara dan bisa makan siang dengan-mu. Memang kita ada meeting apa? Fitting baju tunangan yah? baiklah tapi mungkin sedikit telat ada meeting dengan PT Eka Jaya.
From:Wanda
Kemudian aku membalas pesannya.
To:Wanda
Kita akan meeting untuk beberapa proyek kerja sama perusahaanmu dan perusahanku. Baiklah apa kau suka makan di restoran ABC?Baiklah,asal kau jangan lupa mama terlalu mengkhawatirkanmu juga. Sampai jumpa nanti karena sekarang masih memiliki banyak pekerjaan.
From:Juan
Setelah mengetik pesan itu aku kemudian melanjutkan beberapa dokumen harus aku periksa hari ini. Raymond sedang sibuk dengan masalah berada di luar kota. Hari ini agenda yang menjadi bagian penting kerjasama aku dengan Wanda. Raymond sangat cekatan sekali dengan pekerjaannya sehingga aku sangat terbantu olehnya. Tiba-tiba panggilan suara dari mama membuatku kaget.
"Halo,juan anakku sayang, kau sedang apa sayangku?"kata Mama juan semangat.
"Aku sedang mengerjakan beberapa pekerjaan,ma."kata Juan dengan nada sedikit kesal.
"Mama hanya ingin memgatakan, kalau Ibu Sukma tidak senang dengan pembatalan perjodohan ini. Tapi sepertinya Aretha menyukaimu dengan sepenuh hatinya. Dia masih nge w* mama sampe tadi pagi jam 08.00."kata mama harap-harap cemas.
"Seprrtinya aku harus segera menemui Aretha,ma. dan menjelaskan semuanya aku tidak mau Wanda nanti salahpaham. Aku juga takut Wanda akan disakiti oleh Aretha."kata juan dengan nada khawatir.
"Lebih cepat lebih baik, kau akan tunangan dengan Wanda minggu depankan?"kata Mama Juan mengingatkan.
"Rencananya begitu kalau soal pernikahan aku rasa bulan Desember 2023 masih bisa,ma"kata Juan dengan sedikit tersenyum.
"Mama, tunggu kabar baik dari kalian mama sudah 45tahun Juan ingin menimang cucu seperti teman-teman mama. Lagipula Wanda juga kelihatannya sangat baik walaupun dia kelihatan agak galak. Jinak-jinak merpatilah yah."Kata Mama Juan dengan antusias.
"Ma, aku izin mematikan telepnnya yah, Raymond tidak ada jadi aku memiliki banyak pekerjaan. Hari ini kebetulan aku mau bertemu dengan wanda membahas pekerjaan."kata Juan dengan semangat.
"Baiklah, sampaikan salam mama untuk Wanda yah,nak."kata Mama Juan dengan senang.
Aku merasa apa yang mamaku rasakan terlebih lagi aku sudah mengenal Aretha jaih sebelum bertemu dengan Wanda.
Aretha memiliki wajah khas asia yang camtik namin dia memiliki sifat iri hati kepada siapa sajah berusaha mendekatiku. Aku masih ingat dia pernah melabrak perempuan menyatakan persaannya padaku dulu sewaktu sekolah di SMA Kasih. Aku memang cukup populer selain tampan dan pintar aku meiliki banyak prestasinterutama di bidang basket. Aku tidak memungkiri pesonaku, walaupun tidak terlalu perduli drngan para gadis mendekatiku. Aku memang tidak suka terlalu dekat dengan gadis-gadis lain. Hanya Aretha yang bisa dekat denganku dan juga Raymond sahabat sekaligus rekan kerjaku sekarang. Kami bertiga bersekolah ditempat sama dari SD sampai SMA di sekolah Kasih. Menjelang memasuki Universitas kami bertiga mulai menjalani kehidupan masing-masing. Faymond dan aku tentunya memilih Universitas yang sama yaitu Universitas OXford berada di Inggris. Aku menggambil jursan bisnis manajemen dan Raymond sebagai Akutannya. Berbagai pekerjaan telah aku selesaikan, aku sudah menyuruh seketaris keduaku bernama Nathania Angelista untuk membantu membereskan ruangan rapat untuk menyambut Wanda dan seketerarisnya juga. Biasanya Nathania hanya membantu.pekerjaan Raymond sebagai seketaris kedua. Linda merupakan pacar Raymond memang seketaris pribadinya. Aku juga senang melihat Linda dan Raymond bersama mereka pasangan serasi. Waktu telah menunjukkan pukul 10 pagi. Wanda orang aku tunggu sudah mulai.mmepersiapkan presentasenya. Aku selalu menyukai sikap sifatnya yang anggun dan berkarisma. Wanda memberikan penjelasan mengenai struktural dirperusahaannya. Visi dan misi kedepan Batu Bara Company setelah adanya suntulan dana dari Dark Company. Aku sangat menyukai kinerjanya, interaksinya dan juga pembahasannya sangat mudah dipahami tidak terlalu berbelit dan oleh karenanya aku menerima usulannya bukan hanya karena dia akan menjadi Tunanganku tapi keuntungan akan dia hasilkan membuatku yakin menerima kerja sama ini. Seorang pembisnis juga harus mengedepankan keuntungan tanpa melupakan etika bisnisnya.
"Wanda, kita sebaiknya pergi bersama sajah untuk fitting baju tunangan kita,"kataku kepada Wanda setelah selesai dia berpresentasi.
"Hem, tidakkah.menghemat waktuku jika aku pergi kesana sendiri, lagipula CEO PT Eka Jaya Bagus meminta rincian pengeluaran dan profit dari kerjasama perusahaan kami,"kata Wanda menolak dengan tegas.
"Apakah kau tidak bisa ikuti sajah perkataanku? Apakah CEO itu lebih ganteng daripada aku sehingga kau menolak permintaan aku menjemputmu?"kataku dengan nada kesal.
"Ckckck Aku ini wanita yang profesional, kau tahu. Antara pekerjaan dan hubungan pribadi itu tidak termasuk dalam kerjasamaku dengan PT Eka Jaya Bagus. Aku sudah punya tunangan yang baik hati ini,"kata Wanda tersenyum dengan tulus.
"Akh, baiklah aku mengalah untuk kali ini namun aku ridak bisa janji untuk mengalah seterusnya kepadamu. Ingat kau hanya milikku sampai perjanjian kita selesai,"kataku dengan suara Lantang.
"I see, you are Jealousy. Okay mr Right. aku juga tidak mau terikat dengan CEO PT Eka Jaya Bagus karena dia sudah beristri dan juga sudah tua,"kata Wanda dan memilih meningalkanku.
Aku merasa malu dengan apa yang kulakukan sekarang. Aku malu dengan apa yang terjadi. Terlebih Ternyata sainganku hanya seorang CEO tua. Harusnya aku tidak terlalu sombong,aku merasa malu sekarang. Kemudian aku melangkahkan.kaki keluar ruangan meeting. untungnya tadi semuanya sudah aku suruh beri aba2 keluar dan mereka mengerti jika tidak aku pasti malu dengan apa yang terjadi tadi.
Setelah perkerjaanku selesai akhirnya aku langsung menuju ketempat Lulu Fashion untung Fitting baju pertunangan kami. Mereka menyambutku dengan senyum sumaringah karena senang mendengar aku akan bertunangan.
Tidak lama mencoba Jas abu-abu menampilkan otot-otot kekarku. Belakangan aku rajin berolahraga tentunya menjaga staminaku,mengikuti saran Raymond asistenku.Lulu dan Wanda sudah aku pekernalakan tadi,seperti kata Wanda dia datang telat skitar jam 18.00. Kemudian melihat Wanda menghampiri Lulu temanku, dia membicarakan bajunya akan diberikan aksen mutiara dan juga meminta bebebrapa payet dibetulkan karena merasa kurang pas. Lalu ikut bergabung mengobrol dengan Lulu.
"Hai, sudah lama tidak bertemu Lulu?" Kataku santai dengan tersenyum.
"Hai,juga aku rasa kalian berdua sangat cocok. Aku lebih kaget melihat kau bisa dekat dengan wanita selain Aretha. Aku tidak mengira kau akan bertunangan dengan Wanda." Seloroh Lulu dengan tatapan memincing.
"Oh,ayolah dia hanya masa lalu,Lu. Lagipula kau tahu aku dan Raymond hanya mengagapnya adik." selorohku dengan santai.
"Wanda, kau harus tahu kalau mereka bertiga selalu bersama daei kecil," kata Lulu menggoda Wanda.
"Mbak Lulu memang tidak kenal Aretha. Aku rasa masa lalu bukan untyk masa depan,"Hardik wanda dan menyenggol tanganku.
"Iya, berhentilah membicarakan dia. Owh, yah setelah ini Wanda kita makan malam yah diluar,"kataku pada Wanda dan menggandeng tangannya menjauh dari Lulu.
Wanda berusaha menyeimbangi langkah kakiku. Kemudian berusaha menjelaskan sesuatu ke Wanda.
"Wanda, ingin meluruskan aku tidak tertarik dengan Aretha," selorohku dengan nada datar.
"Hem, Baiklah aku rasa laki-laki sepertimu banyak bermain dengan banyak wanita. Aku bingung hanya 1 wanita sajah dan aku bisa berada didekatmu?" seloroh Wanda bingung.
"owh ayolah,tidak semua laki-laki b******k,aku memang tidak bisa dekat dengan wanita,"kataku dengan Wanda.
"Mungkin kau terkena suatu sindromkah?" selidik wanda terhadapku.
"Bisa dibilang seperti itu, karena sebuah insiden,"kataku dengan tegas.
"Bisakah kau ceritakan sedikit,"kata Wanda penasaran.
"Akan ada waktunya aku memberitahu kamu,"kataku dengan penuh penekanan.
Kemudian kami menyudahi fitting dengan Lulu. Melanjutkan dengan pergi ke Kafe Resa makan bersama. Kami memulai banyak sekali hal dibahas mengenai pekerjaan dan lainnya.