Kelakuan tidak bisa diubah seorang Laki-laki bernama Juan Christian adalah tingkah mesumnya kelewat batas. Juan sepertinyantidak mau menjauh dari kekasih sekaligus calon tunangannya. Wanda yang awalnya risih merasa seperti sedang mengurus bayi besar jika bersama dengan Juan.Juan sengaja datang kerumah Wanda dengan tiba-tiba tentu Baskara juga kebingungan akan kelakuan Calon kakak ipar menempel kakanya seprti bayi.
"Hai,Bas. Aku kesini bertemu dengan Wanda apakah Wanda ada di dalam?" seloroh Juan denfan tatapan mengintai.
"Ada, dia ada dikamarnya, Lagipula kau ngapain pagi-pagi sudah ada dirumah kami," sarkas Baskara menyelidik.
"Bukan apa-apa aku.kangen dengan Wanda sajah, ingin bertemu dengannya sekarang dan berangkat kerja bersama,"kata Juan dengan senyum diwajahnya.
"Permisi, yah. Bi aku mau kekamar Wanda dulu,"kata Juan dengan sopan
"Kamar Non Wanda ada di sebelah kamar Baskara,"kata Bi Jum dengan santai.
" Disebelah kiri situ yah,bi." kata Juan dengan sopan.
"Betul, masuk sajah den, jangan lupa ketuk pintunya dulu," kata Bi Jum sopan.
"Baik,terimaksih yah bi." kata juan meningalkan Bi Jum didapur.
Sementara itu dikamar Wanda nampaknya kesusahan meanikan reselting bajunya. Hari dia memakai baju terusan malas menggunakan pakian atas bawah. Baju terusan berwarma biru dengan motif bunga,nampak cantik, tidak lupa Wanda merias sedikit wajahnya agar lebih fresh. Suara ketukan pintu membuat lamunan Wamda menjadi teralih.
"Masuk sajah,bi. Tidak saya kunci pintunya,"kata Wanda dengan senang hati.
"Sayang,kau sedang ingin menggodaku yah," sarkas Juan pada Wanda kaget melihat tubuh bagian belakang gadisnya itu.
"Aku tidak sedang menggodamu, otakmu sajah m***m,"kata Wanda dengan nada kesal.
"Mau aku bantu,sayang?" sarkas Juan lagi sambil mendekatkan diri kepada.Wanda.
"Tentu sajah, aku heran pakianku sepertinya sudah banyak tidak muat, apa akuntambah gemuk yah." ucap Wanda mendesah kesal.
"Bagiku tidak masalah karena kau selalu pas untukku, aku mau nyusu sama.kamu boleh ngak?"kata juan lagi dengan sedikit memilin p****g Wanda dan menurunkan kain segitiga yang berwarna peach sampai ke bawah.
"ahh...ahh Juan kau iseng sekali, baiklah aku kalah kali ini silahkan tapi jangan lama," kata Wanda dengan sedikit mendesah akibat permainan Juan terhadapnya.
" Baiklah Tuan putri. aku sepertinya juga ingin apemmu nampaknya enak berada disana," kata Juan.meminta lebih.
"ahh...ahh.... hisap yang kuat Juan... enak sekali.... susuku disedot olehmu, baiklah untuk dibawah itu juga milikmu," kata Wanda sambil.mendesah keenakan.
"aku suka wajah binalmu Wanda mendesahlah panggil namaku lagi...." kata Juan dengan muka memerah sudah bernafsu.
"aah....mph.....mph.....mph....akh....akh... enak banget, lagi.... Juan masukkan itumu..... cepat.... aku sudah siap ini... akh.... tancapkan dia....." sergah Wanda sudah membulat.
" sabar sayang aku masih ingin bermain dengan lembah surgawimu dulu akh...akh...akh enak sekali sruply.... kau sudah o*****e yang pertma,"kata Juan dengan tidak berhenti menusukkan lidahnya pada miss V Wanda.
"akh... akh.. mph..mphh....mph... tusuk juan tusuk."pinta Wanda yang b*******h diluputi kabut nafsu.
"as your wish sayang...... akh...akh sempit sekali.... seprti pertama kali mengebornya.... akh... enak....enak... sempit..." kata Juan dengan nada gemetar.
"Tambah kecepetannya Juan...nn.... hmphmhp..... tusuk lebih dalam lagi...m ini enak sekali.... rasanya seprti terbang melayang," kata Wanda dengan hati gembira.
" aku sudah hampir sampai sayanh.... aku tanam benihku yah...... akh....akh...akh....akh enak sekali punyamu....." kata Juan merancu karena kabut gairahnya meninggi.
"owh astaga sudah..... sayang.... akh...akh... udah terakhir yah.... iyah disitu pompa sedikit lagi dan hentakan lebih keras."kata Wanda diselimuti nafsu karena ulah sang kekasih Juan.
"Baikk.... sedikit lagi.... kita keluar bersama yah.... sayang"kata Juan dengan muka gembira mendapatkan pelepasannya.
"akh.... akhirnya.... sudah yah sayang." kata Wanda mulai merapihkan dirinya sendiri sesudah percintaan panas mereka.
Juan mengakhiri permainan panas mereka karena mereka akan berangkat bersama. Wanda merapihkan pakaian dan lisptik serta rambutnya yang sebahu dikuncir. Juan merapihkan jasnya yang agak berantakan serta rambutnya. Mereka keluar dari Kamar itu dan hampir bersamaan dengan Baskara keluar dari kamarnya. Baskara menegur keduanya dengan ramah dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sendiri.
"Sudah kuduga,kau memang orang tifak bisa dipercaya,Juan atau bisa kupanggil kakak ipar?"kata Baskara meledek Juan.
"Yah,ada kesempatan bagua bagaimana tidak,kau tahu orang tuaku sekarang menginginkan bayi dari kakakmu" Seru Juan dengan semangat.
"Haish,tak bisakah kau bersimpatik denganku,kawan. Aku juga jomblo disini." seloroh Baskara sedikit kesal.
"Aigooo,Makanya cari pacar,Bas. Kamu sudah dewasa Kakak rasa cukup kesendirianmu itu."seloroh Wanda dengan tenang sambil menyeruput s**u dibuat Bi Jum dimeja makan.
"Kau,ini kakak aku sebenarnya tidak Jomblo soalnya masih ada urusan di Indo atau aku ajak sajah si Sachi menenmaniku,"seloroh Baskara membuka kartunya sendiri.
"Ooh namanya ,Sachi,sayang"kata Juan dengan santai dan sedikit tersenyum.
"Ooh, pantes akhir-akhir ini dia sering beli Kouta Roaming rupanya demi pujaan hati,sayang"ujar Wanda meledek Baskara.
"Kakak dan kakak ipar sama sajah, kalian memang cocok," seloroh Baskara dan melanjutkan makan rotinya samlai kelar.
"Memang kami cocok yakan,sayang" ujar Juan meminum.kopinya sudah hampir habis dan memakan roti panggang.
"Yah,begitulah saling melengkapi,sayang,"seloroh Wanda menuntaskan rotipanggang cokelatnya tadi dia memanggamg roti 2 untuk dia dan Juan.
"Aish,terlalu mersa Bi Jum tolong aku,"kata Baskara dengan suara merengek kepada Bi Jum.
Bi Jum terlalu geli akan tingak mereka bertiga,seolah tahu apa keinginan majikannya Bi Jum langsung mengajak Baskara ke taman belakang. Sementara Wanda dan Juan membersihkan meja makan dengan hati senang sambil bercakap-cakap ria.
****************
Disisi lain seorang wanita cantik berambut panjang bermata biru safir sedang menyisir rambutnya ditengah meja rias. Seorang wanita sangat cantik jelita berusia 26 tahun selalu tampil modis. Aretha adalah namanya anak teman Mama Juan Christian.
"Ma,aku berangka kerja dulu"seru Aretha kepada mamanya dengan riang.
"Makan dulu sayang, mama sudah buatkan roti kesukaanmu"ujar Mama Aretha sambil memegang kedua tangan anak gadisnya.
"Baik, Mamaku tercinta, sebelumnya aku sarapan dulu dengan roti cokelat dan s**u cokelat,"kata Aretha dengan girang.
"Menurut mama bagaimana pertunanganku dengan Juan?"kata Aretha dengan penasaran lagi.
"Hemm, sebenarnya pertunangan kalian batal,nak. Mama juga tidak habis pikir perempuan mana yang sebaik dirimu dan secantik anak mama ini,"ujara Mama aretha kesal.
"Hem, Aku tidak menyangka bahwa Juan akan membatalkan pertunangan ini, lagipula aku tidak buruk dan dari keluarga terpandang juga,"ujar Aretha dengan penuh kekecewaan.
"Sudah lagipula mama juga kurang sreg dengan keluarga Juan terutama Mama Juan. Kau tahu mamanya menyuruh menantunya bisa memasak, sedangkan dikeluarga kkta apa gunanya memiliki banyak pembantu?"seloroh Mama Aretha dengan nada kesal.
"Baiklah, aku juga harus memikirikan nasib perusahaan sekarang, sepeninggal papah perusahaan kita agak goyang,"ujar Aretha sambil menatap buku akutannya setelah di survey banyak kejanggalan yang terjadi pada perusahaan papahnya.
Sebenarnya pernikahan ini bukan karena dasar cinta sajah melainkan keuntungan bisnis. Namun karena Juan menolak pertunangan dengan Aretha,maka strategi Mama Aretha dan Aretha berubah drastis. Setelah selesai sarapan Aretha melajukan mobil Honda BR-Vnya menuju perusahaan papahnya. Aretha kemudian disambut semua pegawai kantor. Mata Aretha tertuju pada seorang perempuan yang duduk dekat jendela kaca. Aretha melihatnya dan menatapnya tajam. Aretha kemudian menghampiri perempuan itu.Aretha kemudian membawa wanita itu keruangannya,agar pegawainya tidak mengetahui apa yang mereka bicarakan.
"Ikut aku dan Jangan membantah,"ujar Aretha kepada wanita itu.
"Baik, Saya akan menurutimu,"seloroh Wanita itu.
Setelah memasuki ruangan kerjanya,Aretha menyuruh Wanita itu duduk. Namun Dia langsung memarahi Wanita itu.
"Berani sekali kau masih berada disini,"kata Aretha marah besar kepada Wanita itu.
"Saya hanya ingin bertemu denganmu,nak. Ibu kangen dengan kamu, papahmu memang telah tiada namun ibu mau mengunjungimu masa tidak boleh."seloroh ibu Aretha tidak lain adalah Bi Jum.
"Aku tidak memiliki Ibu seperti kamu, camkan itu. Aku hanya memiliki mama sekarang ini, dan papah walaupun sudah tiada."ujar Aretha dengan tangan dikepal.
"Tapi ibu yang melahirkan kamu kedunia ini, andai sajah waktu dapat ibu putar tidak akan mungkin ibu membuangmu waktu itu,"seloroh bi Jum menatap Aretha dengan penuh raut kesedihan.
"Jangan ungkit-ungkit Hal itu Lagi pergi dan jangan pernah kembali,"ujar Aretha dengan manahan air matanya.
"Baiklah, tapi kau harus tahu bahwa faktor ekonomilah membuat ibu meninggalkanmu dan bahkan papahmu menikah dengan wanita itu karena hartanya Aretha sayang,"ujar Bi Jum dengan lembut walaupun dia tidak.ingin meninggalkan Aretha sendirian. Tapi tidak ada gunanya berdebat dengan anaknya itu.
Bi Jum kemudian menatap nanar kepada gedung itu ini semua karena seorang Handoko Umbara laki-laki itu adalah papah Aretha. Aretha memang lahir dari keluarga sederhana semuanya nampak sangat bahagia sampai suatu hari Handoko berselingkuh dengan anak pemilik perusahaan. Naasnya adalah mereka tidak bisa memiliki anak dari Wanita itu tidak lain adalah Sukma Mulya. Jalan satu-satunya adalah mengadopsi anak berasal dari panti namun, karena menurut Handoko lebih baik membawa Aretha sajah. Handoko.memdengar setelah bercerai darinya Jumaira Amanda atau Bi Jum memiliki masalah penghasilan,sehingga membuat Aretha dititipkn disalah satu panti dan hanya membawa adik Aretha bernama Ernes Umbara. Semua sudah direncanakan oleh Handoko tahun berlalu dan hari berganti putrinya menjadi gadis yang cantik dan berpendidikan tinggi. Handoko berhasil mengelabui semua orang tapi Ernes umbara adik dari Aretha berusaha menyelidiki keberadaan kakaknya.
Akhirnya Ernes menemukan bahwa kakanya dibawa oleh papah untuk tinggal bersama dengan Sukma Mulya,mama Aretha saat ini tentunya bukan mama kandungnya. Pulang dengan langkah kaki gontai membuat bi jum sedih hatinya sakit karena di usir putri kandungnya sendiri tidak tahu nasib ibunya setelah papahnha mencarikan ibunya. Ernes benar lebih baik aku tidak menemui Aretha biarkan dia bahagia dengan pilihannya kata bi Jum dalam hati. Ibu mana ingin melihat anaknya hidup susah lebih baik dia menjadi anak Sukma sajah pikir Bi Jum. Melangkahkan kakinya membuka pintu rumah setelah naik angkot sebanyak 2x. Baskara menyambut Bi Jum dengan senyum namun tidak ditanggapi.