PV Raymond
Pagi yang cerah seorang laki-laki bermata cokelat sedang memandang langit pagi. Setelah mamdu kasih dengan kekasih hatinya Linda. Raymond sedang memikarkan cara mengikat Linda kali ini dia harus berhasil mengikat Linda pujaan hatinya.
"Babe,sudah pukul berapa?" ujar Linda yang masih berada di ranjang kingsize Raymond. Linda baru bangun karena gempuran Raymond sampai jam 4 pagi.
"Sudah jam 07.00 Lindaku,babe.aku tidak tega membangunkanmu lagiapula ini hari weekend," ujar Raymond dengan senyum tersungging di bibirnya. Raymond menyuruh seseorang mengatar makanan kekamarnya.
"Tapi tetap aajah,babe. Kau harus membangkukanku Lebih pagi. Aku mau siap-siap bertemu dengan orang tuamu siang inikan?"ujar Linda dengan sedikit kesal dan bangun dari ranjang Raymond menuju kamar mandi.
"Babe, apa kau butuh bantuanku?"ujar Raymond dengan senyum miring penuh arti. Handuk didalam toilet sudah dia simpan semua tadi sebelum Linda bangun dia ingin mengulang malam panas tadi sekali lagi.
Raymond kemudian menghitung sampai Linda menyadari ketidak neradaan Handuk dan bajunya.
"Tidak, lagipula aku sudah menutup pintunya kau pikir aku tidak tahu otak m***mmu itu,babe"seloroh Linda yang menuruskan mandinya dengan sabun yang wangi beraroma peach kesukaannya. Kemudian dia mencari-cari handuk namun tidak berhasil menemukannya.
"Ray....mo....nd.... kau sangat keterlaluan sayang........ dimana handukku..... Ray.... mo...nd....."seloroh Linda sambil keluar dari toilet tanpa busana dan masih tampak basah. air menetes keman-mana,dengan santai Raymond menghampiri Linda kekasihnya.
"Kau ingin menggodaku Linda kau sangat seksi aku sangat suka saat kau tak berbusana seprti ini,"ujar Raymond menggoda Linda.
"Kau.... sungguh keterlaluan Raymondd..... ini ngak benr kembalikan Handuk......kkk... ku.."kata Linda marah dengan sikap kekasihnya seakan acuh dan tak acuh sambil terus mendekat pada Raymond.
Tanpa aba-aba Raymond kemudian mencium kekasihnya masih dengan posisi telanjang. Raymond kemudian memperdalam ciumannya dengan Linda yang makin melesak kedalam mulut dan membelitnya dengan hebat. Tangannya tidak tinggal dia segera meremas salah satu bukit kembar Linda dan tangan satunya mulai mengocok daerah sensitif Linda. setelah melepaskan pangutannya, Raymond merebahkan Linda di Ranjang Kingsizenya tanpa perduli badan Linda basah. Linda kemudian mendesah karena Raymond mulai menyusu padanya dan tangan satunya masih sibuk mengobrak-abrik daerah sensitif Linda. Linda sudah organesme untuk kedua kalinya, Raymond kemudian membuka seluruh pakiannya. Mengarahkan senjata beruratnya kepada daerah sensitif Linda.
"akh.....akh.... akh.... terus babe disitu iyah," ujar Linda.dengan suara paru dan terus mendesah keenakan karena permainan Raymond.
"Punyamu masih sangat sempit enak sekali..... owh Linda.... teruslah mendesah"seloroh Raymond dan mulai mengatur ritme permainannya.
"Akh.......akh....akh....." ujar Linda dengan nafas semakin memburu dan pada akhirnya sampai di pelepasannya.
"Tunggu babe aku juga hampir sampai..... akh... akh... enak sekali...." ujar Raymond kepada Linda. Raymomd puas karena berhasil menyemprotkan Sp*** kedalam Rahim Linda. Anak akan menjadi pengikat hubungan Raymond dan Linda.
Kemudian Raymond membalik badan Linda dan menggunakan gaya dogsytle menusuk-nusuk dari belakang Linda. Linda kemudian kembali meremang dan merasakan pelepaaan kedua bersama dengan Raymond.
Mereka berdua kemudian jatuh dan terkulai lemas diatas kasur. Linda kemudian bangkit dan menganbil handuk dan bajunya di letakkan Raymond di meja rias dan untungnya jendela kamar Raymond tidak dibuka,karena memang Raymond sengaja melakukannya.
Kemudian Linda kembali mandi dan membersihkan diri dari semua pelepasan liar Raymond. Linda tidak menyangka Raymond menyemburkan Benihnya pada rahimnya selama ini Raymond selalu memakai k**** jika ingin melakukan permainan panas dengannya. Raymond kemudian menyusul Linda kedalam Toilet dan mulai mencium bibir ranum Linda dengan agresif dan mengulang kembali kegiatan panas mereka.
Selesai mengulang untuk ke empat kalinya melakukan megiatan panas itu. Raymond menyuapi Linda terlihat kelelahan karena ulah nakalnya. Raymond meminta jatah sampe 4x hari ini dan tidak menggunakan k**** seperti hari-hari sebelumnya karena dia ingin mengikat Linda dengan anak dirahim Linda.
"Sayang.... aku... sedang masa subur,apa tidak apa-apa kalau aku hamil?" lirih Linda pada Raymond dengan raut wajah khawatir.
"Are you sure?, tidak apa-apa aku malah senang bisa cepat-cepat menikahimu. Lagipula kau hamil anakku dan akuntidak keberatan dengannya. Aku mau buat banyak anak bersamamu tapi dengan persetujuanmu,babe. Habiskan makananmu aku telah meminta s**u hangat rasa cokelat favoritmu. Maaf yah aku memang sengaja melakukannya banyak denganmu maksudku kegiatan panas kita," lirig Raymond dan kembali tersenyum senang melihat Linda bersemu merah muda,kelihatan semakin cantik ujarnya dalam hati.
"Akan ku beritahu jika aku benar-benar hamil, bagaimana kalau kita ceoat-ceoat bertemu dengan orang tuamu,"ujar Linda tidak sabar karena pengaruh hormon dan ucapan Raymond tentunya.
"Tentu,lagipula kau memang calon istriku, aku babe mencintaimu Lindaku sayang. Aku tidak akan membiarkan orang lain untuk menikahimu cintaku"ujar Raymond kemudian dia merogoh saku celananya dan mengambil sebuah cincin berlian bermata biru safir dan menyematkannya di Jari Linda kekasihnya.
"Babe.. kau..... sungguh ini untukku? kau sedang melamarku saat ini?" ujar Linda tampak sedikit shock namun senang karena menjadi pelabuhan cinta terakhir Raymond.
"Tentu dan selamanya kamu adalah milikku,"ujar Raymond dan.mencium bibir ranum Linda kembali. Setelah berciuman Linda dan Raymond melanjutkan sarapan mereka dengan nasi goreng dan air putih setelah pelayan membawa makanan mereka kembali.
Raymond kemudian mengajak Linda menemui orang tuanya tepat sesyau dengan janjinya.
"Mah, ini adalah Linda calon istriku"ujar Raymond kepada ibunya dengan penuh senang.
"wah,cantik sekali, kau sangat pintar memilih wanita sayang,"puji ibu raymond bernama Matilda Suryono yang sudah berusia 50tahun namun tetap cantik dan seksi tentunya serta elegan.
"Silahlan duduk,nak. papah bangga padamu yang kali ini lebih baik. "ujar papah Raymond Mark Luis pria sudah berusaia 55tahun,menyambut tangan Linda dengan hangat.
"Kau sudah berapa lama berpacaran dengan Raymond,sayang?"ujar Matilda tersenyum lembut kepada Linda.
"Aku sudah.mengenalnya sejak dia masuk keprusahaan sekitar tahun 2018,tante,"ujar Linda dengan sopan dan tersenyum.
"Baiklah, nak Linda kalau anak saya kasar sama nak Linda biar bilang sama saya sajah. saya bantu urus anak saya itu. "seloroh papah Raymond bercanda.
" Itu... dia tidak seperti itu.paman dia sangat lembut dengan saya. lagipula keluarga saya juga telah mengetahui hubungan kami sekitar 3 tahun ini," jawab Linda dengan senyum tersungging makin lebar.
"Baiklah, jadi kapan kita bisa melamar kamu secara resmi, nak Linda?"ujar Matulda mama raymond tidak sabar ingin meminang cucu.
"Betul ucapan mama, semakin cepat semakin baik. Apalagi kita melakukannya sudah 4x kali aku tidak.mau nanti anakku lahir tanpa papahnya,"seloroh Raymond tidak aabar. Kemudian Linda menginjak kaki Raymond berkata tidak pantas kepada Orang tuanya.
"Baiklah, sepulang dari sini aku akan menceritakannya kepada mama lagipula Raymond sudah melamarku."ujar Linda berusaha temang dan terus menginjak kaki Raymond agar tetap diam tak bersuara.
"Tentu kami tunggu kabar baiknya,"ujar Matilda lagi dengan senyum semakin mengembang diwajahnya.
"Om jadi tidak sabar mengendong cucu,"kata Papah Raymond dengan senang.
Mereka semua melanjutkan makan malam dengan gembira.
*********************************
Wanda sedang sibuk menyiapkan makan malam hari ini karena keluarga Juan ingin berkunjung kerumahnya. Bi Jum sudah memasak banyak makanan karena menyambut para tamu. Wanda tersenyum puas setelah menatap meja makan yang sudah terisi dengan berbagai sajian makanan khas Sunda.
Baskara ikut membantu dengan menyiapkan alat-alat makan di ruang makan itu terbilang tidak luas dan hanya mampu menampung beberapa orang sajah. Tiba-tiba susata klakson mobil mwmbuat mereka semua kedepan dan menyambut keluarga Juan.
"Silahkan masuk, pah dan ma"ujar Wanda dengan senang sumaringah dengan kedatangan orang tua dari Juan dan menyambutnya hangat.
"Wah,kamu sudah benar menyambut mama seperti ini," ujar Mama Juan dengan tersenyum senang.
"Kami senang atas sambutan dari kamu, ngomong-ngomong papa kamu kemana yah,nak?"ujar papah Juan kebingungan.
"Sebenarnya begini om. Waktu itu papah saya sedang kesulitan keuangan sehingga meminta bantuan perusahaan Juan. Tapi papag akan segera pulang mungkin sebentar lagi,"ujar Baskara menenangkan kedua orang tua Juan.
"Oalah, tidak masalah keluarga kami aangat terbuka. Kami bersyukur anak kami bisa bertemu dengan kakakmu,nak. Kakakmu selain cantik dia terlihat aangat pintar,"ujar mama Juan memuji Wanda dan tersenyum.
"Tentunya,pasti tidak akan salah pilih calon istri,mah"seloroh Juan kepada Mamahnya dan menggengam tangan Wanda penuh harap.
"Maaf yah, kalau makanannya hanya ini sajah pah,mah. Juan apakah kalian tidak keberatan?"ujar Wanda dengan nada merendah karena hanya bisa disajikan ayam goreng, ikan dan sayur asem.
"Tentu kami tidak masalah,lagipula kelihatannya enak apakah kamu memasaknya,Nak?"ujar mama Juan lagi dengan senang.
"I....ii....ya, tapi saya hanya membantu sedikit,mah dan pah."ujar Wanda dengan penuh harap.
"Kelihatannya lezat,bolehkan kami duduk dan mencicipi masakan buatanmu langsung?" ujar Juan dan menarik kurai meja makannya.
Semuanya kemudian.menikmati makan malam.mereka dengan pwnuh kehangatan dan kegembiraan tak terhingga.
*****************************
Sementara itu malam hari di kota Bandung.
Pria patuh baya itu sedang menengak segelas kopi panasnya nalem ini sambil melihat langit berada di teras rumahnya. Ayah dari Wanda dan Baskara bampak menikmati pelariannya. Merentangkan tangan dan meniupkan semburuannya lagi setelah menarik nafas.
"Mbok,siapkan air hangat saya ingin berendam,"ujar Alvian kepda pembantunya dengan sopan.
"Baik pak, ujar Mbok Sumi sopan
"Pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak?"ujar Mbok Sumi dengan cepat.
"Suruh masuk dan kasih dia minuman hangat karena cuaca sangat dingin
"ujar Alvian Tirta kepada Mbok Sumi dan Bi Atun.
Lalu seorang laki-laki bernama Asep masuk kedalam ruang tamunya.
"Nah,laporan apa yang ingin kamu sampaikan Asep,"ujar Pak Alvian Tirta dengan senang.
"Wanda anak bapak akan segera menikah, Laki-laki itu adalah Juan Christian dan bukan Dominic. Juan Christian menjadi donatur dari perusahan batu bara Company." ujar Asep dengan raut muka sedikit tenang karena usahanya berhasil sesuai owrintah pak Alvian terntunya.
"Bagus, terus laporkan perkembangan putriku dan putraku, apakah dia sudah kembali?" ujar Pak Alvian mengintakan Asep.
"Sudah sesuai rencana dia meninggalkan Australia namun sepertinya dia sudah memiliki kekasih. Menurut saya kekasihnya berasal dari Australia."ujar Asep dengan sedikit ragu-ragu.
"Hem, suruh orang untuk menyelidiki latar belakang wanita itu dan ingat Baskara tidak boleh tahu,"titah Alvian dengan cepat dan memberikan sejumlah uang kepada Asep guna melakukan penyelidikan.
Kemudian Alvian langsung menyesap habis minumannya dan beristirahat didalam kamarnya.