Matahari pagi begitu cerah, dengan mengenakan celana bahan berwarna biru tua dan juga blouse berwarna pink muda, Aruna bersiap untuk berangkat bekerja. Semalam dia sudah banyak berdiskusi dengan Papanya. Angga meyakinkan jika dirinya akan bersiap untuk muncul kalau-kalau Aruna sudah tidak tahan untuk dengan perlakuan seniornya di kantor. Tapi Aruna sendiri yakin jika dia bisa menghadapi hal-hal seperti itu, terlebih dia sudah bertekad untuk tidak mudah terpancing emosi dengan orang-orang yang memiliki pemikiran sempit seperti para rekan kerjanya. "Aruna..." Aruna menoleh, sebelah alisnya terangkat naik dan senyumnya mengembang lebar mendapati Rona yang juga sudah bersiap seperti dirinya. "Mau aku antar aja?" tanya Rona. Pandangan Aruna tak lepas dari pria yang kini mengenakan celana c

