20

1530 Kata

"Na, Papa denger sesuatu yang enggak Papa suka di kantor. Katanya, ada pegawai baru yang bertengkar sama seniornya di kantor. Itu.. Kamu kan? Karena yang Papa dengar pegawainya adalah karyawan baru di divisi Personalia." Aruna memegang ponsel di tangannya dengan lebih erat. Tadi selepas makan malam, Papanya meminta waktu untuk berbicara. Aruna pikir Papanya hanya akan bertanya bagaimana keseharian dia selama bekerja di kantor. Tapi ternyata kabar tentang dia yang berselisih dengan Sania dan Veny sudah menyebar bahkan hingga terdengar oleh ayahnya yang berdiri di posisi paling tinggi. "Mereka ngerendahin Aruna, Pa. Tadinya Aruna juga berniat buat enggak cari masalah, tapi mereka keterlaluan," aku Aruna. Hanya ada mereka berdua di ruang tengah saat ini. Papanya tampak mengerutkan kening.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN