41. Perasaan Yang Terungkap

1406 Kata

“AUREL! TUNGGU!” Selama dua puluh delapan tahun usianya, ada satu hal yang menurut Gara sangat pantang untuk ia lakukan. Yaitu berteriak tidak jelas di depan umum dengan seluruh netra yang menghunus ke arahnya. Bukan tanpa alasan, sebab bagi Gara hal itu adalah tindakan paling memalukan jika sampai ia kedapatan melakukannya dengan sengaja. Namun, layaknya jengkal alam semesta yang tidak bisa diprediksi, pada akhirnya Gara melakukan hal itu juga. Berteriak di antara siulan angin yang membuat rambut di sekitar wajah gusarnya menari-nari, serta di tengah dengungan suara deru mesin kendaraan yang terdengar di tepian trotoar jalan. Tergesa, berusaha mengikis jarak dengan Aurel di depan sana. “AUREL! PLEASE!” Tidak perlu diragukan lagi, rambatan teriakan Gara yang terbawa angin sangat jela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN