Dalam berbagai kesempatan, nyatanya Aurel masih tidak pernah menyangka jika takdir akan membawanya sampai sejauh ini. Saat semesta bernafas sebagaimana mestinya, dan di saat dirusan cahaya matahari pagi membias di antara celah dedauan pohon, saat itu pula Aurel menyadari jika rasa hangat yang menyalur lewat telapak tangannya adalah sebuah hal terlampau nyata untuk ia abaikan. Sedari tadi, manik dengan binar bling-bling itu tidak henti-hentinya memfokuskan diri, menatap tautan tangannya yang bertengger nyaman di balik balutan telapak tangan lebar milik Sagara Kencana. Perlahan berjalan, menapaki satu persatu rangkaian lantai marmer pada pelataran gedung SK Production. Dalam diam Aurel berteriak sumringah, tidak menyangka jika Gara akan terang-terangan menggandeng tangannya di depan umum s

