“Mama, apa kau yakin mengajakku datang ke pesta semacam ini?” Sinar bulan perlahan menyembul dari balik awan pekat tepat ketika Gara melontarkan kalimat tanya itu kepada sang ibu. Mengernyit kala mendapati bagaimana ibunya hanya menjawab dengan sebuah senyuman lantas mengamit tangan sang putra untuk diajak masuk ke dalam ballroom Palace Hotel. “Lho, memangnya kenapa? Tidak ada yang salah dari menghadiri perayaan ulang tahun anak teman arisan Mama, kan?” “Ya, tapi kan aku anak laki-laki, Ma. Sedangkan ini adalah pesta ulang tahun anak perempuan. Untuk apa Mama mengajakku ke sini? Mau melihat aku main boneka Barbie dengan anak-anak gadis itu?” Bibir Gara mencebik, namun tidak bisa melawan kala ia terus ditarik oleh sang ibu untuk masuk ke dalam ruangan pesta. Sedikit bergidik ngeri kala

