Benar-benar di luar dugaan. Sebelum memutuskan untuk membuka pintu kamarnya, Aurel sedikit pun tidak pernah menyangka bahwa kedatangan Gara tidaklah sesederhana yang ia pikirkan. Pribadi dengan tatapan tajam itu benar-benar membuatnya kelimpungan setengah mati ketika Gara dengan santai mengurung dirinya di antara ke dua tangan. Tersenyum misterius seraya berkata, “Aurel … mari kita tidur bersama malam ini!” Bagai tersengat sebuah aliran listrik, tubuh Aurel menggeliat berusaha untuk keluar dari kungkungan tangan sang pemuda. Namun naas, bukannya terbebas, ia justru semakin terjebak kala Gara dengan enteng memutar posisi mereka berdua yang kini berhasil membuat tubuhnya berada di atas d**a bidang pria itu. “T-tuan … ku mohon jangan seperti ini,” cicit Aurel ketakutan. Wajah kusut Gara t

