Siang itu, matahari sedang bersinar panas-panasnya. Berkilauan di atas birunya air laut, beriak dengan sapuan ombak tipis yang bergerak di bibir pantai. Mengiringi canda tawa dari seluruh peserta liburan yang bermain air di pantai pribadi itu. Semua terlihat senang, tertawa seraya menikmati aroma musim semi di negara ginseng tersebut. Namun, sepertinya ada satu orang yang tidak begitu menikmati suasana indah hari itu. Adalah Aurel, pribadi dengan wajah sedikit pucat itu memilih duduk menyendiri di bawah sebuah pohon, menunduk sembari mengukir buliran pasir dengan tulisan asal. Nafasnya terasa sedikit berat, berhembus seiring angin yang membuat helaian rambutnya menari-nari di udara. Aurel terus memainkan buliran pasir itu, sambil sesekali melirik ke arah Gara yang kini tengah asyik berm

