"Ku mohon biarkan aku masuk, izinkan aku bertemu dengan Gara." Meski telah beberapa kali diusir oleh security yang berjaga, tapi Aurel tetap bersikukuh. Memohon agar dirinya bisa bertemu dengan Gara. Berharap pemuda itu mau meluangkan sedikit waktu untuk mendengar penjelasannya. Sekali lagi Aurel mencoba meringsek masuk, tapi dua security itu dengan sigap menghadang pergerakannya. Bahkan satu di antara mereka tega mendorong Aurel hingga wanita itu jatuh tersungkur pada permukaan jalan yang kasar. Sejenak Aurel nampak meringis kesakitan saat tidak sengaja perutnya terbentur terlebih dahulu. Ia sempat meringkuk beberapa saat, merasakan nyeri hebat pada perutnya. Rasa khawatirnya makin bertambah, takut jika ia baru saja telah melukai si kecil. Namun dengan sisa tenaga yang ia punya, Aurel

