Kacau! Satu kata yang mungkin bisa menggambarkan kehidupan Aurel saat ini. Baik keadaan fisik, mental maupun keadaan hatinya. Semua terasa sangat rumit dan begitu menyakitkan. Bagi sebagian orang yang melihat dari luar, pasti mereka semua berpikir jika keadaan Aurel sedang baik-baik saja. Pasalnya ia selalu bersikap ceria di depan semua orang, termasuk di depan awak media. Selalu memasang senyum tulus sehingga tidak ada yang menyadari kesedihan yang ia rasakan. Sama seperti hari ini, Aurel dengan senang hati meratapi kesedihannya seorang diri. Duduk termenung di dalam gelap ruang kerjanya seraya ditemani oleh setumpuk kertas-kertas tipis yang begitu memusingkan. Tak peduli jika dentang jam sudah menunjukkan waktu malam, tapi tangan mungil itu terus bergerak membolak-balikkan kertas sia

