21. Masa Lalu Di Hari Ulang Tahun

1745 Kata

Hari menjelang petang ketika ballroom Palace Hotel mulai dipenuhi satu-persatu undangan yang datang. Terlihat ada yang datang bersama segerombolan teman, ada juga yang melangkah percaya diri dalam sebuah tautan lengan yang saling melingkar. Tapi di balik semua itu, Sagara Kencana yang kini menjadi bintang utama malam ini malah terlihat menepi di sudut temaram koridor hotel. Bersandar pada pilar bangunan yang berdiri kokoh, pria dengan tatapan tajam itu sudah terlihat gagah dengan balutan tuxedo hitamnya. Gaya rambut yang ditata begitu klimis, berhasil mencetak bagaimana luasan dahi yang berpadu rahang tegas itu nampak membuat penampilan tampannya semakin terlihat sempurna. “Wanita itu!” Gara mendengkus kala menatap layar ponselnya yang tampak berdering sejak tadi. Puluhan notifikasi uca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN