22. Pesona Si Ubur-Ubur Bulan

1626 Kata

“Tuan, apa kau baik-baik saja?!” “Hah! Apa!?” Gara masih kehilangan fokus kala Aurel bertanya tentang keadaannya. Wajah cantik itu menunjukkan aura kepanikan, menatap sang bos penuh tanda tanya. “Tuan … kau tidak marah padaku, kan?” lirih Aurel. Mendadak ia merasa jika kedatangannya ke pesta ini hanya membuat perayaan ulang tahun Gara menjadi berantakan. Terbukti ketika Gara yang tadi sempat menjatuhkan gelas di tangannya, Aurel merasa hal itu sebagai pertanda kalau pria itu sebenarnya benci dengan kehadirannya di sini. Mulai berpikir jika keputusan untuk mengiyakan permintaan Raymon adalah kesalahan besar. “Tuan, ku mohon jangan marah padaku, ya?” ucapnya dengan nada memohon. “Sungguh, tadi itu aku sebenarnya sudah menolak untuk datang ke pesta ulang tahunmu, tapi ….” Aurel menjeda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN