“Hah! Akhirnya!” Aurel menghela nafas lega saat bersamaan dengan tubuhnya ke keluar dari dalam bilik toilet. Setelah sekian lama menahan pipisnya, wanita itu akhirnya dapat pergi ke toilet juga. “Tuan Gara sudah selesai belum, ya?” gumamnya sembari menoleh ke arah sekitarnya. Sebelum kemudian ia melangkah ke arah toilet pria yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempatnya tadi. “Dia tidak sedang menderita wasir, kan? Kenapa lama se—Ya, Tuhan!” Aurel memekik kaget kala melihat seseorang terjatuh di lantai tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan sigap ia lantas berlari dan segera membantu pria tua itu untuk berdiri. “Astaga, Pak Tua! Kau baik-baik saja?!” tanya Aurel panik. “Sudah tahu tua renta, kenapa malah keluyuran seorang diri? Kenapa tidak—” Ucapan wanita itu tiba-tiba terhent

