24. Pak Guru Yang Pemaksa pt 2

1749 Kata

“B-belajar ciuman? Sekarang? Di sini?” Aurel mengedarkan pandangannya ke sekitar. Tempat ini memang sepi, sih. Tapi tetap saja kan taman belakang hotel ini adalah tempat umum. Mana bisa mereka berciuman di sini. Cih! Tuan sudah mulai gila rupanya. “A-aku, aku mau, sih. Tapi apakah harus di sini? Kenapa tidak nanti saja di rumah? Kalau ada yang lihat bagaimana? Bisa parah urusannya nanti." “Katakan iya, atau tidak sama sekali,” jawab Gara tegas. “Hei! Mana bisa seperti itu? Kau kan harus—“ “Kau pernah mengatakan jika aku adalah gurumu, bukan? Jadi mulai saat ini, kapan pun dan di mana pun aku ingin mengajarimu, kau harus mau. Tapi jika kau menolak, lebih baik kita akhiri saja sampai di sini. Kau tidak akan pernah lagi bisa belajar dariku.” Gara dengan santai memborbardir Aurel denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN