“Arkana memang mabuk semalam, tapi tidak untuk yang satu ini, Nek!” ujar Arkana setelah tamparan kedua kalinya diterimanya dari sang nenek. Nenek Jeni merasa marah dan menatap tajam cucunya yang memiliki wajah tanpa merasa berdosa sedikitpun ketika mengatakannya. “Nenek kira kamu akan menjadi manusia yang benar-benar bisa memahami karakter setiap manusia lainnya, tapi nyatanya kamu makin membuat nenek kecewa!” “Nek, ini fakta, Arkana punya buktinya dan benar-benar akurat hasilnya, coba saja wanita panggil kesini, Arkana tidak akan pernah membohongi nenek!” “Nenek belum tentu juga percaya dengan yang kamu katakan, mabuk dan pulang dengan meracau memastikan pernikahan itu tak terjadi dan seorang cucu telah kamu berikan, begitu?” Arkana mendongak dan menyadari jika neneknya benar-benar ma

