Arkana melihat Amelia duduk sendiri. Suasana rumah tampak sepi senyap dan mungkin neneknya sedang beristirahat di dalam kamarnya. “Kita harus bicara!” ucap tegas Arkana. Amelia terlonjak kaget. Ia sedang menikmati es buah yang baru saja didapatnya dari seorang pelayan yang baru keluar dan mampir ke sebuah warung es. Karena kaget ia pun tersedak dan wajahnya langsung memerah. Arkana tahu kalau Amelia sesungguhnya tidak ingin mereka membicarakan ini. “Aku butuh penjelasan darimu, anak itu adalah anakku!” Amelia menjatuhkan gelasnya dan hendak beranjak pergi tapi Arkana langsung sigap menahannya. Tangannya mencekal kuat lengan kecil Amelia. “Aku tahu semuanya, sudah ku tes juga dan hasilnya positif,” Amelia berdiri mematung dan menahan air matanya turun. Tak mengira ini akan benar-ben

