bc

November & Rain

book_age18+
70
IKUTI
1K
BACA
others
family
forced
goodgirl
drama
bxg
others
lies
victim
like
intro-logo
Uraian

Hujan dan bulan November selalu mempunyai kisah tersendiri bagi seorang Dewilah Maharani.

Awal kehancuran hidupnya di mulai bulan November diiringi hujan deras.

Di lecehkan di bulan November oleh kekasih kakak sendiri tepat dibulan November dikala hujan deras.

Dijual dengan harga 100 juta untuk dinikahkan dengan sababat kakaknya sendiri yang berbama Deni Wirawan tepat di bulan November dengan diiringi gerimis kecil.

Sampai ketika ia melahirkan seorang putri cantik pun bertepatan di bulan November dengan diiringi hujan deras.

Bagaimana Dewi menjalani kehidupannya yang hancur?

Bagaimana Deni memperlakukan Dewi, gadis yang dibelinya dengan harga 100 juta?

Cover by : @Lsaywong

PicsArt Premium & Font Premium

chap-preview
Pratinjau gratis
Hujan Pertama
Hujan dan bulan September adalah suatu perpaduan yang selalu pas untuk setiap kehidupan seorang gadis yang bernama Dewi. Hujan dan bulan September selalu memberikan kesan tersendiri untuk hidup Dewi. Entah itu kenangan manis bahkan sampai yang menyedihkan selalu terjadi diantara hujan di bulan September. Malam yang begitu gelap diiringi dengan hujan yang begitu deras, seorang gadis duduk di bawah jendela kamarnya. Memperhatikan rintik hujan yang turun membasahi tanah. Pikirannya sedang jauh menerawang pada kejadian masa lalu, ketika kedua orang tuanya pergi meninggalkannya untuk selamanya. Tanpa terasa air mata jatuh membasahi pipi mulusnya. Tapi sebenarnya bukan itu yang sedang ia tangisi, ia lebih menangis pada kehidupannya yang sekarang. Hidupnya dahulu begitu bahagia dan sempurna, mempunyai kedua orang tua yang begitu menyayanginya, mempunyai kakak perempuan yang begitu menjaganya. Tapi semuanya seakan berubah pada saat kedua orang tuanya pergi meninggalkannya. Ia baru sadar bahwa ternyata bukan hanya orang tuanya yang meninggalkannya. Tetapi kakak perempuannya yang begitu menjagany pun sama meninggalkannya. Kakaknya bukan meninggalkannya di rumah sendiri, tapi kakaknya meninggalkannya dalam penjagaan yang seharusnya dilakukan seorang kakak terhadap adiknya. kakaknya menjadi seorang yang begitu asing di matanya. Perempuan yang menjadi harapannya sebagai pelindung setelah orang tuanya tiada, justru menjadi Perempuan yang membuat hidupnya hancur. sosok manusia yang tidak pernah pantas disebut sebagai seorang kakak. Karena sejatinya seorang kakak itu melindungi adiknya sendiri, bukan malah menghancurkannya. Dewila Maharani seorang gadis yatim piatu berusia 19 tahun yang memiliki paras begitu cantik, dengan bentuk tubuh begitu proporsional. Orang tuanya meninggal ketika ia berusia 15 tahun. Gadis yang selalu menjadi bahan omongan karena kecantikannya. Gadis yang selalu membuat para lelaki menatapnya dengan lapar. Tetapi nasibnya tidak secantik seperti parasnya. Dahulu kala hidupnya begitu sempurna, keluarga yang bahagia dan juga kaya raya. Namun semuanya berubah ketika kedua orang tuanya meninggal dunia. Ayahnya meninggalkan hutang begitu banyak, sehingga harta yang ditinggalkannya pun habis hanya untuk membayar hutangnya. Ia pun harus bekerja demi untuk menyambung hidupnya. Dewi panggilan dari gadis itu oleh semua orang yang mengenalnya. Gadis yang bekerja di sebuah toko bangunan milik salah satu keluarga temannya. Sedangkan kakaknya bernama Susan Maharani atau yang dipanggil dengan nama Susan. Pekerjaannya sebagai calo di sebuah kawasan industri. Ketika orang tuanya masih hidup ia merupakan sosok kakak yang baik dan penyayang. Tetapi sifatnya berubah setelah kepergian orang tuanya, yang membuat nya hidup miskin. Setelah puas melihat hujan sambil menangis, Dewi beranjak keluar kamar untuk memeriksa keadaan rumah. Memastikan pintu beserta jendela telah terkunci, setelah dirasa aman Dewi pun kembali ke kamarnya untuk tidur. Jam sudah menunjukan pukul 22.00 wib besok ia harus kerja dan tidak ingin bangun kesiangan akibat begadang. *** Malam itu Susan tahu bahwa adiknya sedang sendiri dirumah. Karena Caca sepupunya yang biasa menemani setiap malamnya sedang berlibur ke rumah nenek dari ayahnya yang berada di Cianjur. Susan memang berkata sedang ada kerjaan di luar kota selama seminggu. Namun sebenarnya ia hanya jalan-jalan bersama kekasihnya yang bernama Puloh. Susan yang mendapat telpon dari bibinya, bahwa sang bibi pergi mengantarkan Caca ke Cianjur dan mengkhawatirkan Dewi yang sendiri di rumah. Bibinya meminta Susan menelpon temannya untuk menemani Dewi di rumah. Seperti kata pepatah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Sudah sejak lama Susan menunggu kesempatan ini. Dimana pada malam hari adiknya hanya sendirian di rumah. Malam ini semua rencana terhadap adiknya akan terlaksana. Bibinya menelpon sekitar pukul 19.00 wib, Jarak antara tempatnya berlibur dan rumah hanya menempuh perjalanan kurang dari 2 jam. Setelah mendapatkan telpon dari bibinya, Susan pun langsung mengajak Puloh untuk pulang, dengan alasan mengkhawatirkan adiknya yang sendirian di rumah. Puloh pun langsung setuju. Jam sudah menunjukan pukul 21.30 wib ketika mereka sampai di rumah Susan. Setelah mampir sebentar Di Tempat tongkrongan, barulah mereka beranjak pulang, Susan sengaja mampir terlebih dahulu di rumah temannya untuk mengulur waktu sampai di rumah. Dengan harapan Dewi sudah terlelap dalam tidurnya. Begitu sampai di rumah, Susan segera mengambil kunci cadangan yang diletakan di bawah batu sebelah pot bunga. Setelah pintu terbuka ia pun segera masuk dan kembali mengunci pintu. Sebelum masuk ke kamar Dewi, mereka pergi ke kamar Susan terlebih dahulu, mengambil handuk untuk mandi bersama. kegiatan seperti itu merupakan hal biasa bagi mereka berdua. Mereka menjalani hubungan selayaknya suami-istri yang telah halal. mereka tidak ingin rencananya tidak sempurna, walaupun cuaca dingin tetap badannya harus dibersihkan. Setelah mandi dengan diiringi aktivitas yang penuh desahan selama 1 jam lamanya, barulah mereka keluar. Puloh hanya menggunakan celana boxer berjalan menuju ranjang. "Lo ngapain tidur?" tanya Susan yang melihat kekasihnya merebahkan diri di atas ranjangnya. "Cape, Hun. gue juga ngantuk," jawab Puloh dengan mata yang hampir terpejam. "Yakin mau tidur? gak mau nyicipin adek gue dulu?"tanya Susan dengan tersenyum sinis. Mendengar tawaran dari kekasihnya Puloh langsung bangun dengan semangatnya, "Lo serius Hun?" tanyanya tidak percaya. "Kapan Gue pernah bohong?" tanya balik Susan. Puloh mendekat pada kekasihnya yang masih berbalut handuk, memeluknya dari belakang dan menciumi leher mulusnya. Susan menggeliat pelan ketika bibir hangat Puloh menciumi lehernya. Salah satu anggota tubuh yang paling sensitif miliknya. "Emhh...Udah gue cape," jika tidak dihentikan maka mereka akan kembali mandi keringat. Susan pun sudah menyiapkan kunci cadangan milik kamar Dewi. Setelah pintu terbuka Puloh melihat calon adik iparnya tengah tertidur dengan lelap di bawah selimut. Perlahan ia mendekati dan mulai menjalankan aksinya. *** Dewi merasakan beban berat diatas tubuhnya, dingin membelai kulitnya, ketika ia membuka matanya, ia melotot tak percaya. Seorang laki-laki sedang menimpa tubuhnya. Mata mereka bertemu dengan seringai jahatnya. Kedua tangannya di kaitkan oleh tangan laki-laki itu, mulutnya ditutup oleh selembar kain, tubuhnya hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. "Kau tau betapa aku menanti kesempatan ini?" Puloh berbisik di telinga Dewi. Yang membuat tubuh Dewi merinding mendengar perkataannya dengan nada menjijikkan tersebut. Dewi terus menggelengkan kepalanya dengan mata penuh air mata sebagai permohonan. "Apa? Kau ingin berbicara? Baiklah akan aku buka penyumpal mulutmu." Puloh membuka kain yang ada di mulut Dewi. "Dewi mohon Kak, jangan lakukan ini!" pintanya dengan terisak. "Dewi ini adik kandung Kak Susan kekasih kakak. Dewi mohon Kak." "Kau memang adik kekasihku, tapi tubuhmu sungguh menggoda, dan aku hanya ingin mencicipinya sedikit. Jangan terlalu pelit pada calon saudara sendiri," ucapnya dengan mengelus perut rata Dewi. Membuat dewi merasakan geli. "Jangan Kak, ingat dosa kak, Kak Susan akan marah jika melihatnya. Tolong kak, lindungi Dewi." Dewi terus meminta dan menyadarkan kakaknya. "Justru ini caraku melindungimu Wi, agar jika kau menikah nanti kau tidak akan merasakan sakit ketika di perawani oleh suamimu. Karena kakak akan melakukannya dengan sangat lembut. Oh ya, jadi maksudmu jika Susan tidak mengetahuinya, maka kau dengan suka rela memberikan tubuhmu pada Kakak?" bela nya sambil mulai mengusap p******a Dewi. Membuat air mata Dewi semakin mengalir deras. "Diluar hujan semakin deras Wi, kakak mu ini butuh kehangatan." Mata Puloh semakin mengkilat karena menahan gairah ketika melihat kedua bola kembar Dewi bergerak menghindari sentuhannya. "Jangan Kak, Dewi mohon." Pintanya dengan lirih terbawa isak tangis nya. Puloh yang sudah tidak bisa menahan gairahnya mulai menaiki tubuh adiknya dan mulai mengeksplor wajahnya. Ketika Puloh memainkan kupingnya dengan lidah, disaat itulah Dewi menggigit leher Puloh. "Lepas siallan," Puloh menggerakkan lehernya yang justru membuat luka, " Ampun Wi, ampun." Puloh melepaskan cekalan tangannya. Dewi langsung menyingkirkan tubuh Puloh, Dewi berlari menuju dapur untuk mengambil pisau yang akan digunakan untuk membunuh Puloh. Puloh yang melihat Mata Dewi yang memerah menahan marah langsung melarikan diri. Sedangkan Susan hanya merekam disaat tubuh Puloh berada di tubuh Dewi, setelah itu Susan kembali ke kamarnya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook