31. Berpisah

1375 Kata

Pagi-pagi, ketika semua yang ada di dalam rumah sedang sibuk mempersiapkan segala keperluan seperti sarapan dan berangkat sekolah. Jeza sudah berada di dapur, dengan pakaian yang sudah rapi bersama mamanya. "Kenapa kamu berdiri di situ? Mau bantuin mama? Tumben." Mama berujar dengan tubuh membelakangi Jeza, sibuk mengaduk sayur diatas kuali. "Bukan, Ma." "Jujur amat." Jeza terkekeh pelan. "Ada yang mau Jeza bilang ke mama," ujarnya dengan wajah yang terlihat bingung. "Bilang apa? Penting nggak?" Mama masih belum berbalik. Masih sibuk dengan masakannya. "Penting, Ma. Ini tuh ada kaitannya sama hidup Jeza." Mama mengernyit dan mematikan api. Berbalik dan menatap Jeza heran. Oke, sepertinya Jeza agak lebay saat berkata kalau yang ia ingin katakan ada sangkut pautnya dengan hidupnya. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN