32. Minta Ijin

1781 Kata

Jam istirahat tiba, Jeza memilih ke perpustakaan ketimbang ke kantin, ia harus memulangkan beberapa buku yang ia pinjam minggu lalu. Namun, langkahnya melambat dan berhenti beberapa meter sebelum pintu perpustakaan karena ada Silvia yang tengah berdiri di salah satu pilar. Perempuan itu berdiri menyandar pada pilar dengan tangan terlipat di d**a. "Kenapa?" gumamnya. "Lo kenapa deket lagi sama Jerome? Bukannya gue udah bilang?" Ia mendongak, matanya menatap Jeza dengan tajam, ada kemarahan yang tak bisa disembunyikan. Jeza menelan salivanya. Ia menghela napas berharap kalau percakapan ini nantinya tidak merujuk ke sesuatu yang buruk. "Gue sama Jerome cuma temen. Nggak ada yang perlu lo khawatirin dari sana," ujar Jeza tegas. "Lo bisa percaya sama gue. Nggak ada apapun antara gue sama dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN