"Namaku Zaverius Saex, panggilannya Saex. Akan masuk tingkat satu tahun ini. Aku berasal dari Starlight School dengan peringkat satu. Beberapa tahun yang lalu dikenal sebagai salah satu anggota Trigenio, sedangkan dua tahun lalu dikenal sebagai salah satu dari duo jenius SS. Kemampuan yang paling menonjol adalah kemampuan dalam mengingat sesuatu," ucap Saex setelah berpikir selama beberapa saat. Ia berusaha merangkum hal-hal penting terkait dirinya agar lebih mudah dipahami dan tidak terlalu panjang.
Flare yang mendengar perkenalan Saex langsung tersenyum dengan bahagia, ia dari awal sudah yakin dengan identitas Saex dan sekarang Saex mengkonfirmasinya secara langsung.
Di sisi lain, Cerland kaget ketika mendengar perkenalan Saex, ia tidak menyangka bahwa Saex akan menyebutkan identitas lamanya yang sudah lama dikubur.
Saex sudah memutuskan untuk menyebutkannya, karena ia ingin Carla juga menyebutkan sesuatu yang selama ini ia sembunyikan. Bisa dibilang sebagai pemantik agar anak-anak yang lain juga bersedia menjelaskan diri mereka masing-masing dengan detail.
Anak-anak yang mendengar perkenalan Saex bukan hanya sekadar kaget, tapi sangat kaget, karena Saex juga mengungkapkan identitasnya sebagai Trigenio.
Trigenio adalah tiga jenius yang diakui oleh semua sekolah, semua akademi dan juga kerajaan. Trigenio dulunya sempat menjadi salah satu pasukan khusus kerajaan yang mengerjakan tugas-tugas khusus. Saat dilantik menjadi pasukan khusus, Trigenio belum menginjak umur sepuluh tahun sehingga banyak pro dan kontra dari berbagai kalangan. Identitas Trigenio tidak pernah diungkap dan mereka menghilang secara tiba-tiba juga.
Awalnya nama Trigenio masih terus menjadi perbincangan walaupun keberadaan mereka tidak diungkapkan secara pasti, tapi nama itu hilang setelah duo jenius SS muncul. Kemunculan duo jenius SS lebih menarik perhatian karena identitas mereka sempat disebarkan walaupun pada akhirnya dihilangkan dari peredaran juga.
"Lanjut," ucap Carla setelah mendengar perkenalan Saex. Carla terus menerus melihat ke lantai, ia bahkan tidak mengalihkan pandangannya saat mendengar perkenalan-perkenalan selanjutnya.
Perkenalan terus berlanjut, tapi pikiran Carla pergi kemana-mana. Ia memikirkan banyak hal lain yang tiba-tiba muncul di kepalanya, ia tiba-tiba mempertimbangkan banyak hal di kepalanya sampai-sampai tidak menyadari jika sebentar lagi gilirannya.
"Oke, sekarang aku ya," ucap Cerland yang tiba-tiba saja menyadarkan Carla. Suara Cerland sebenarnya tidak terlalu nyaring, hanya sebatas bisa didengar oleh semua orang yang ada di aula. Hanya saja Cerland duduk di sebelah Carla sehingga kesannya lebih nyaring bagi Carla.
"Namaku Starley Cerland, panggilannya Cerland. Tahun ini masuk ke tingkat satu. Aku dari Starlight School, peringkat dua. Sama kayak Saex, aku anggota Trigenio dan duo jenius SS. Kemampuanku yang paling kubanggakan adalah reflek yang cepat dan juga kemampuan memahami sesuatu. Aku bisa mempelajari apa pun dengan cepat, tapi tidak terlalu cepat dalam menghafal, itu aja sih." Cerland mengakhiri perkenalan dirinya dengan sebuah senyuman.
Beberapa detik berlalu dan Carla tidak mengucapkan apa pun setelah Cerland memperkenalkan dirinya.
Cerland menyenggol Carla beberapa kali agar Carla segera berbicara, tapi tak ada respon dari Carla. Saex menghentikan tangan Cerland yang menyenggol Carla dan menyuruhnya untuk diam sebentar.
Anak-anak lainnya menunggu dengan tenang, mereka mengharapkan kejutan baru dari Carla setelah mendengar perkenalan Cerland dan Saex.
Perkenalan Cerland dan Saex saja sudah cukup mengejutkan, walaupun kelihatan tidak becus, seharusnya ada sesuatu juga darinya, pikir anak-anak lainnya.
Cara menghela napas dengan kasar sebelum memulai perkenalannya.
"Jangan ada yang bicara tentang ini di luar ya, disimpen di memori aja," ucap Carla sebelum benar-benar memperkenalkan dirinya.
Cerland dan Saex langsung saling pandang karena mereka menyadari ada maksud tersembunyi dari kata-kata Carla. Sedangkan yang lainnya mengangguk dengan penuh senyuman, berharap ada kejutan yang sangat besar.
"Namaku Cevy Carla Cyrez, biasa dipanggil Carla dan berasal dari Starlight School dengan peringkat paling bawah. Aku ketua trigenio dan merupakan satu-satunya orang dari keluarga Cyrez yang selamat dari kejadian 'itu'. Memang banyak hal yang terjadi pada kejadian 'itu', lalu ada beberapa masalah juga saat trigenio jadi berubah menjadi duo jenius SS. Sebenarnya bukan karena aku mendadak jadi tidak jenius, tapi aku memilih untuk tidak mengutarakannya dan hanya memikirkan banyak hal untuk diriku sendiri." Carla menghentikan penjelasannya sebentar lalu melihat wajah anak Cerland dan Saex, kemudian melanjutkan ucapannya lagi.
"Jangan lihat rankingku, bukannya aku tidak kompeten, tapi ada beberapa hal yang menjadi pertimbanganku. Jadi, jika kalian bersedia, tolong bantu aku menyelesaikan masalah Cyrez juga ya. Memang permintaan yang cukup berat, tapi kuharap kalian mau," pinta Carla dengan sebuah senyum palsu karena ia mendadak mengingat semua kenangannya dengan keluarganya.
Beberapa menit berlalu dan belum ada anak yang menjawab ucapan Carla. Mereka terdiam karena latar belakang Carla. Cerland dan Saex juga tidak tahu mengenai Carla yang merupakan anggota keluarga Cyrez.
Cerland dan Saex menjadi dekat dengan Carla hanya karena dulu mereka disatukan menjadi trigenio. Selebihnya mereka tidak tahu apa-apa, tapi Carla tahu lebih banyak dari mereka.
Ada beberapa kejadian saat Trigenio berubah menjadi duo jenius SS. Bahkan mereka bertiga sempat terpencar dan ada yang pernah kehilangan ingatannya. Semua terjadi dengan aneh dan hampir tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
"Tentu saja Carla, bahkan semua rakyat juga akan berpihak kepadamu tanpa kamu minta, tapi ada batasan yang tidak bisa kami langgar jika mau tetap hidup. Kami akan bantu semampu kami." Seperti biasa, Rubylah yang mengutarakan pemikirannya mewakili anak-anak lain juga.
Yang lain hanya mengangguk dengan yakin saat Ruby menjawab ucapan Carla. Cerland dan Saex juga mengangguk mengiyakan.
"Kalau gitu, untuk sekarang kita bagi dulu bagian masing-masing orang ya. Kak Ruby, bisa minta tolong dipimpin dulu untuk pembagiannya? Aku mau bicara sebentar dengan Cerland dan Saex," ucap Carla yang sudah memutuskan rencana selanjutnya.
"Oke, silahkan," jawab Ruby dengan santai.
Carla, Cerland, dan Saex langsung berdiri setelah Ruby mengiyakan. Mereka berjalan ke bagian lain dari aula utama dan duduk melingkar.
"Sebelumnya, aku minta maaf karena nggak ngomong apa-apa, tapi ada alasan dibalik semuanya. Hanya saja aku nggak bisa ngomong sekarang." Carla mengawali pembicaraan mereka dengan sebuah permintaan maaf, karena ia sebenarnya merasa sangat bersalah dengan Cerland dan Saex.
Mereka sudah kenal sejak lama, tapi Carla tidak memberitahu apa pun ke mereka. Awalnya Carla mengira Cerland dan Saex tidak akan mengikutinya ke Grizzle Academy, tapi ternyata mereka tetap setia bersama Carla.
Dari awal Carla memang sudah membuat rencana untuk masuk ke Grizzle Academy, ia sengaja menurunkan nilainya agar tidak terlalu mencolok saat ia masuk ke Grizzle Academy. Awalnya ia berharap Cerland dan Saex meninggalkannya agar ia bisa melakukan apa pun yang ia mau tanpa ada yang mengenalinya, tapi sekarang ia menyadari bahwa keberadaan Cerland dan Saex sebenarnya banyak membantunya.