SEBELAS - PERTEMUAN MALAM

1154 Kata
Sebelum kita lanjut ceritanya, ini nama-nama anak Grizzle Academy. Tingkatan yang dipakai di sini adalah tingkatan setelah Carla dan lainnya resmi menjadi anak Grizzle Academy. Note : yang bold adalah nama panggilannya Tingkat 1 : - Cevy Carla (p) - Zaverius Saex - Starley Cerland - Avarez Clayez - Herly Flare (p) - Pyrat Syraz (p) - Cicco Hylar - Viexa Lavista (p) - Grey Sernt - Holy Trexa (p) - Dease Lyra (p) - Mayrex Crystal (p) - Polax Loiry - Wevy Plast - Reya Fera (p) Tingkat 2 : - Xaveria Carez (p) - Xaverio Corez - Lachian Cravendo - Flazt Chloe (p) Tingkat 3 : - Zarla Ruby (p) - Lily Verzka (p) - Verzo Larkz - Qlaf Crefy - Thef Ziera (p) - Loivy Frey (p) *** "Carla! Carla! Carla!" teriak Ruby dan Chloe sambil menggoyang-goyangkan badan Carla dengan sekuat tenaga. "Hm? Apa?" jawab Carla yang masih setengah bangun. Ia melepaskan diri dari goyangan yang dilakukan Ruby dan Chloe lalu berniat melanjutkan tidurnya. Ruby dan Chloe saling pandang dengan heran. Bisa-bisanya ada orang yang melanjutkan tidurnya dengan tenang setelah diteriaki berkali-kali, itulah yang ada di pikiran mereka sekarang. "Itu Saex dan Cerland udah manggilin kamu sejak sejam yang lalu," jelas Ruby langsung ke intinya karena ia tidak tahu harus melakukan apa agar Carla benar-benar bangun. "Sekarang sudah jam berapa?" tanya Carla yang masih setengah bangun. Untung ia masih memiliki sedikit kesadaran dan belum benar-benar kembali terlelap, sehingga masih bisa merespon sedikit. "Setengah delapan, yang lainnya juga udah makan malam, itu mereka masih nungguin di depan," jawab Chloe yang langsung membuat Carla bangun dan berlari ke kamar mandi. Kesadaran Carla kembali sepenuhnya setelah otaknya selesai memproses dan mengingat bahwa ada pertemuan jam 8 nanti. Terlebih Carla ingat bahwa dirinyalah yang mengusulkan untuk membuat pertemuan itu, tidak mungkin ia yang datang terlambat atau bahkan tidak datang sama sekali. Ruby dan Chloe langsung keluar kamar setelah melihat Carla masuk kamar mandi. Muka lelah mereka terlihat jelas ketika berjalan keluar dari kamar. Mereka berdua tidak mengira bahwa membangunkan Carla akan menguras energi sebanyak ini. "Sudah bangun anaknya, lagi ke kamar mandi," ucap Ruby saat bertemu Saex dan Cerland di depan kamar, sedangkan Chloe hanya menggangguk-angguk. "Oke, makasih," balas Saex dan Cerland yang masih setia menunggu Carla di depan kamar. Setelah itu Ruby dan Chloe pergi ke ruang makan, sedangkan Saex dan Cerland masih menunggu sambil berdiskusi ringan. Kamar Carla, Saex dan Cerland memang berdekatan, tapi Saex dan Cerland tetap mematuhi aturan. Sebenarnya keadaan asrama sudah sepi saat Saex dan Cerland mengetok pintu Carla dan berusaha membangunkannya, tapi mereka tidak ada niatan untuk masuk. Saex dan Cerland menunggu ada anak perempuan lain yang jalan di sekitar asrama untuk membantu membangunkan Carla. Kebetulan Ruby dan Chloe memang berniat ke asrama untuk memanggil Carla, Cerland dan Saex. Awalnya Ruby dan Chloe tidak masalah diminta membangunkan Carla karena itu memang tujuan awal mereka, tetapi setelah mengetahui sesusah apa untuk membangunkan Carla, mereka mulai menyesal karena tidak mengutus anak lain. Padahal Saex dan Cerland sudah memperingatkan mereka bahwa membangunkan Carla akan menguras banyak energi, tapi Ruby dan Chloe tidak mengira bahwa akan sesusah ini. "Lama," ucap Cerland ketika Carla sampai di ambang pintu kamar. Carla hanya cengar-cengir karena tidak tahu harus membalas apa. "Yuk buruan, udah mau jam delapan," ucap Saex yang langsung berjalan pergi ketika melihat Carla keluar kamar. Selama perjalanan ke ruang makan, Carla dan Cerland tidak mengucapkan sepatah kata pun, karena mereka fokus untuk mengimbangi kecepatan jalan Saex. Sesampainya di ruang makan, semua orang sudah selesai makan malam. Bahkan piring-piring sudah kembali ke rak piring dengan rapi. Carla, Cerland, dan Saex yang baru saja sampai di ruang makan langsung melihat ke sekeliling. Mereka mencari piring yang masih berisi makanan, tapi tidak menemukannya. "Makanan kalian baru aja dipanasin," ucap Chloe sambil membawa dua piring makanan, sedangkan di sebelahnya ada Ruby membawa satu piring makanan juga. Carla, Cerland, dan Saex menghela napas lega. Awalnya mereka kira makan malamnya sudah habis, Carla bahkan sudah bersiap memasang raut wajah memelas karena kelaparan, tidak lupa disertai beberapa tetes air mata agar lebih dramatis. "Terima kasih," ucap Saex yang langsung mendekati Chloe dan Ruby. "Duduk aja," ucap Ruby sambil menaruh piring makanannya di sebuah meja. Chloe juga tidak membiarkan Carla, Cerland ataupun Saex membawa piring mereka sendiri dan langsung menaruhnya di meja. "Terima kasih," ucap Carla dan Cerland yang langsung berjalan mendekati meja yang sudah ditaruh makanan mereka. Carla, Cerland, dan Saex makan dengan cepat agar waktu pertemuan tidak tertunda. Sebenarnya anak-anak lain tidak masalah jika waktu pertemuan tertunda beberapa menit, tapi Carla, Cerland, dan Saex tidak mau. Carla, Cerland, dan Saex tidak hanya ingin menaikkan nama Grizzle Academy, tapi mereka juga ingin membangun kebiasaan serta hubungan yang sehat di akademi. Karena semua hal yang besar berawal dari hal yang kecil, mereka mau memperbaiki dari sistem paling dasar dan mempertahankan hal yang sudah baik. Alhasil pertemuan dimulai sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Sebenarnya Carla, Cerland, dan Saex baru sampai di aula tepat jam delapan, hanya saja anak-anak lain sudah berada di aula dan duduk melingkar. Mereka sudah mempersiapkan aula dan juga mempersiapkan diri mereka sebelum Carla, Cerland, dan Saex datang. Seperti bangunan-bangunan lainnya, aula utama Grizzle Academy memiliki ukuran yang besar juga, tapi bagian yang terpakai hanya sedikit. Untungnya karena cukup sering dipakai, aula utama sering dibersihkan secara keseluruhan sehingga bangunan aula utama masih berdiri kokoh seperti baru dibangun. Setelah Carla, Cerland, dan Saex duduk, keadaan menjadi hening. Cerland dan Saex melihat ke arah Carla, sedangkan Carla malah melihat balik ke arah Cerland dan Saex. Setelah beberapa saat Carla akhirnya sadar bahwa Cerland dan Saex menunggu dirinya untuk berbicara karena Carla yang merencanakan pertemuan ini. Bisa dibilang, Cerland dan Saex memberikan Carla kesempatan untuk berbicara karena sebelumnya Cerland dan Saex yang banyak berbicara dan mengatur yang lainnya. "Hm ... aku mulai ya pembahasan malam ini, tapi sebelum masuk ke inti acara kita perkenalan satu persatu ya. Tidak ada ketentuan khusus dalam perkenalan ini, aku hanya berharap kalian mengatakan banyak hal tentang diri kalian secara terperinci agar kita bisa lebih cepat mengetahui satu sama lain. Semakin cepat kita saling kenal, maka semakin banyak juga yang bisa kita persiapkan untuk tujuan utama kita, yaitu Pertandingan Akademi Tahunan, bisa dimengerti?" tanya Carla setelah menjelaskan beberapa hal. "Iya," jawab anak-anak yang ada di sana. "Baiklah, kita mulai dari ...." Tiba-tiba Saex menyela ucapan Carla saat Carla masih berpikir dan melihat ke sekeliling. "Dari aku," ucap Saex sambil melihat ke arah Carla. Melihat itu, Carla langsung mengangguk untuk mengiyakan Saex. "Berarti dimulai dari Saex ya, lalu ... lanjut ke orang yang duduk di sebelahnya ya, jadi urutan perkenalannya melingkar ya. Nanti aku yang tutup perkenalannya," ucap Carla sambil menunjukkan arah perkenalannya dengan jarinya. Cerland dan Saex hanya tersenyum melihat Carla yang sudah mulai bisa mengatur dan merencanakan sesuatu, walaupun Carla masih sering terdiam di tengah-tengah karena membutuhkan waktu lebih untuk berpikir. Setidaknya ia mencoba dan tidak bergantung pada orang lain terus, begitulah pikir Cerland dan Saex.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN