Bab 109 - Nyaris!

2827 Kata

Sepasang netra almond milik Vania mematut pintu kamarnya dengan lekat. Otaknya terasa beku. Ia tidak bisa berpikir apa pun karena terkejut dengan sosok Galaksi yang masuk ke dalam ruangan itu. Untung saja Langit dapat bereaksi dengan cepat. Tepat ketika pintu terbuka, Langit sudah tidak lagi terlihat batang hidungnya. “Sayang, kenapa kamu berdiri di belakang pintu?” Galaksi mengernyitkan keningnya ketika bertemu pandang dengan Vania yang masih terpaku di tempatnya berdiri. “Berbahaya berdiri di belakang pintu. Untung saja aku tidak buka terlalu kuat tadi,” ucap Galaksi lagi. Vania menggaruk kepalanya dengan seulas senyuman kikuk yang mengukir wajahnya. Detak jantungnya masih berpacu dengan cepat karena rasa takut yang dirasakan sebelumnya. Ia khawatir Galaksi akan menemukan Langit di da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN