Bab 110 - Debaran Aneh

1728 Kata

Langit berjalan dengan langkah terseok-seok melewati Vania. Ia mengambil tempat duduk di salah satu kursi rotan yang berada di sisi kolam renang yang terletak di bagian belakang kediaman Bamantara. Wajahnya masih terlihat masam karena Vania tidak hentinya menertawakan penampilannya. “Berhentilah tertawa atau gigimu hilang semua,” gerutu Langit. Vania tidak mengindahkan peringatan adik iparnya dan masih terus menertawakannya hingga akhirnya ia mengatupkan bibirnya rapat-rapat ketika melihat Langit melemparkan satu sandal yang dikenakannya ke tengah kolam. Percikan air kolam tersebut mengenai kaki Vania. “Ck, dasar bocah. Sampai kapan kamu bisa sedikit lebih dewasa, Lang,” ledek Vania yang memilih untuk tidak lagi menertawakan Langit. Ia mengambil tempat duduk di sisi yang berseberangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN