“Ikut ke ruangan saya!” perintah Devan. “Baiklah,” ucap Sandrina sambil mengekor di belakang Devan. Sesampainya di ruangan itu, banyak sekali file-file berantakan. Sandrina menatapnya dengan kesal. Berkas yang berantakan itu seperti sudah disengaja oleh Devan. “Rapikan semua ini!” perintah Devan. “Tunggu!! Sepertinya ini memang sengaja dibuat berantakan. Apa itu benar??” tanya Sandrina sambil menatap bosnya dengan berani. “Jangan sok tahu deh! Cepat lakukan perintahku!” perintah Devan. “Dasar bos menyebalkan!!” umpat Sandrina kesal. “Jangan banyak bicara!! Lakukan cepat!!” bentak Devan. Mereka berdua bagaikan air dan minyak yang tidak bisa bersatu. Mereka juga bagaikan langit dan bumi yang jaraknya sangat berjauhan tidak bisa menyatu. Sandrina tidak punya pilihan

