"Jangan panik dulu, Sandrina. Mama juga baru tahu hal ini. Tapi ini sudah keputusan dari Papa kamu," ucap Bu Fera. "Duh, nggak bisa gini dong Pa. Kenapa Papa jadi gini sih?? Biasanya Papa baik ke aku. Selalu bela aku kalau Mama marah-marah. Lha ini kenapa tiba-tiba main jodoh-jodohan gini??" protes Sandrina. Pak Yoga terdiam saat Sandrina protes sambil menatapnya dengan tajam. Beberapa detik berlalu, mata Pak Yoga malah berkaca-kaca. Entah apa yang sedang dipikirkan lelaki paruh baya itu. "Pa, sebenarnya ada apa??" tanya Sandrina dengan suara lebih lembut. Pak Yoga menarik napasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan seolah ada sebuah masalah berat yang harus ia sampaikan kepada Sandrina. Sementara Sandrina mulai iba saat melihat ekspresi Pak Yoga. Ayahnya biasanya tidak

