Sandrina hanya menatap Devan dengan kesal. Ia belum bisa memaafkan lelaki itu dengan ikhlas. Devan sudah sering merendahkan dan menghinanya. Namun, kali ini Sandrina seolah tidak ingin bercakap-cakap dengan Devan. Ia lebih memilih diam sambil menanti makanannya. Sementara Pak Andrian sedang mencoba menjelaskan semuanya. Kemarahan Devan yang tiba-tiba membuat beberapa pasang mata melihat ke arah mereka. Tidak hanya melihat saja, Sandrina yakin mereka juga sedang memasang telinga untuk menguping. "Hei, kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak ingin menjelaskan apapun?" tanya Devan sambil menatap Sandrina dengan sinis. "Apa yang perlu aku jelaskan lagi?? Bukankah Pak Andrian sudah menjelaskan semuanya. Lagipula semua tuduhan Anda tidak ada buktinya," ucap Sandrina datar. "Berani

