Bab 44

1338 Kata

Benar dugaanku, kalau Mama Desti ada hubungan spesial dengan Rifat, nggak mungkin kalau ia membantu sampai segitunya, tapi ia bicara dengan siapa barusan? Tangan Mas Arlan mengepal, ia tidak sabaran, dan kali ini tidak mampu mengendalikan emosinya. Nasi goreng masih banyak pun tidak ia singkirkan, seakan-akan memang sudah tidak napsu lagi menelan makanan. "Pokoknya saya bayar pengacara supaya tahu gimana caranya kasus ini tidak akan dibuka kembali," cetus Rifat lagi. Kemudian telepon ia matikan setelah orang yang diseberang sana mendengar semua perintahnya. Aku tetap di kursi, tidak menghampiri Rifat dan menanyakan maksudnya. Sebab, ia orang berbahaya yang selalu ada di antara peran Mama Desti selama ini. Kulihat ia bangkit dari duduknya, tampaknya tidak jadi bertemu dengan orang y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN