"Sudahlah, jangan buang waktu, cepat katakan apa yang ingin Mbak bicarakan," suruhku tanpa basa-basi. "Aku ingin menawarkan kerja sama, bagaimana?" tanya Mbak Dila membuatku mengernyitkan dahi. "Kerja sama dengan Mbak? Sorry, nggak sudi!" cetusku asal jeplak. Aku rasa ia hanya jadi benalu saja, tidak mungkin orang sepertinya akan mengikuti alur perintahku. Yang ada nanti malah dirinya yang nyuruh-nyuruh. "Kamu nggak tertarik untuk cari tahu siapa Rifat?" tanya Mbak Dila. Wajahnya langsung tersenyum berlagak seperti orang yang menang. Sepertinya ia tahu aku membutuhkan informasi tentang Rifat, dan Mas Bayu adalah anteknya. "Nggak, aku bisa cari tahu sendiri tentang siapa pun, nggak perlu kerja sama dengan Mbak Dila," senyumku menarik perhatian sang kakak dari Mbak Dila yang berada

