Mbak Dila menyunggingkan senyuman dengan kedua tangan dilipat di atas d**a. Cara jalannya menunjukkan seperti orang yang tidak punya rasa bersalah, padahal tadi pagi sudah membuat gaduh di rumahku. "Hai semuanya, apa kabar? Kok Hesti sakit aku nggak dikasih info? Kalian jahat deh, aku kan masih keluarga. Jangan mentang-mentang udah ada Nilam yang kaya raya kalian lupa denganku, nggak ingat ya semua rahasia aku yang pegang," ucap Mbak Dila memang selalu menguji kesabaran. Gaya bahasanya kalau bicara seperti orang ngajak ribut. Kedengarannya juga sangat tidak cocok untuk menjenguk. "Haduh, ular kenapa bisa melintasi rumah sakit sih? Mbak Dila ke sini lewat gorong-gorong?" ejekku gantian, tawa renyah terdengar dari sudut sebelah Hesti, mamanya Adit turut menertawakan saat mendengar celetuk

