Bab 47

1430 Kata

Aku memberikan isyarat untuk berhenti bicara pada Pak Juna, sebab khawatir polisi dengar dan malah repot dimintai keterangan. Pak Juna hanya menyaksikan pertengkarannya bukan kecelakaan. Kemudian, aku kembali ke tempat mereka berbicara. Sedangkan Pak Juna aku suruh diam dulu untuk sementara waktu. "Jadi apa penyebab kecelakaannya, Mas?" tanyaku saat bergabung kembali. "Masih ditelusuri, tapi yang jelas memang saat berada di mobil Calistanya sendiri," terang Mas Arlan. "Bagaimana dengan saksi dalam kecelakaan? Apa ini kecelakaan tunggal atau Calista ditabrak?" cecarku lagi. "Ini polisi lagi mau jelaskan tapi ada telepon masuk sebentar," kata Mas Arlan. Kami menunggu sekitar dua menit, polisi tadi menutup telepon dan bicara pada kami lagi. Posisiku berdiri tegak di depan polisi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN