Mbak Dila pun berlalu pergi, ia berlenggak lenggok masuk ke dalam restoran. "Apa kita masuk, Mas?" tanyaku pada suami. "Dila hapal muka kita, meski menyamar pun pasti tahu," timpal Mas Arlan. "Apa Pak Juna? Tapi dia kali Mbak Dila ke rumah selalu ada Pak Juna, itu artinya ia sudah hapal wajahnya juga," cetusku padanya. Kulihat ke arah Pak Juna yang tiba-tiba menyambangi seseorang wanita dan bersalaman dengannya. Seketika itu juga aku punya inisiatif untuk meminta tolong padanya. "Mas, kamu duluan ke mobil, aku ngomong ke Pak Juna sebentar," suruhku. "Kamu hati-hati," jawab Mas Arlan sambil membuka pintu mobil. Aku menghampiri Pak Juna yang tengah ngobrol. Kuajak mereka melipir ke pinggir sejenak. "Ini siapanya Pak Juna?" Aku bertanya pada bodyguard yang tengah bicara dengan

