Bab 49

1370 Kata

"Itu kamarku, kalian sembunyi di sana, cepat!" suruh Ryan. "Nggak keburu, pasti kelihatan kalau kita buka pintu kamar," timpal Mas Arlan. Kemudian, Ryan berdecak kesal sambil keluar, sedangkan aku dan Mas Arlan akhirnya bersembunyi di balik sofa. Kami duduk sambil menutup mulut supaya helaan napas tak terdengar ke telinga Rifat. Berselang kemudian,suara Ryan kedengaran masuk bersama Rifat. "Kata satpam, tadi ada tamu, mana tamunya?" tanya Rifat kedengaran sangat penasaran. Sebab, satpam sudah terlanjur memberi informasi bahwa Ryan sedang menerima tamu. "Nggak kok, Om, tamunya udah pulang sepuluh menit yang lalu, tadi pas satpam keluar beli rokok," sanggah Ryan jelas berbohong. Sebisa mungkin aku tidak bicara, dan ingat untuk nonaktifkan ponsel lebih dulu. Aku rogoh ponsel yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN