"Iya, nanti aku coba bicara pada Nilam dan Om Farhan," jawab Mas Arlan. Kemudian ia memutuskan telepon setelah mengucapkan salam. Kami semua duduk tegak saat tengah sarapan, sepertinya kabar yang diberikan oleh Mas Gerry adalah kabar buruk tentang Calista. Posisi kami hampir serentak sama, apalagi papa yang tadi sempat dengar bahwa aku menyebutkan nama Kiara. Mas Arlan meneguk air putih yang ada di meja. Setelah itu siap berbicara dengan kami. "Ngomong apa Mas Gerry tadi?" tanyaku sambil posisi kepala agak miring ke samping. "Jadi tadi Mas Gerry minta tolong padaku, ia minta pertolongan untuk menjaga Calista, sebab kondisinya bisa menurun karena ada yang mutusin selang infus dan oksigennya di saat Mas Gerry keluar makan. Beruntung nyawa Calista masih bisa tertolong, tapi agak sed

