Bab 51

1480 Kata

"Maksud kamu itu apa, Nilam! Jangan sembarangan nuduh, bisa kena pasal pencemaran nama baik!" sentak Mbak Dila. Mas Arlan merangkulku dan meminta segera masuk mobil. Namun, Mbak Dila terus saja menghalangiku. "Mbak, waktuku itu ibarat uang, kalau ngurusin Mbak Dila namanya buang-buang uang karena sudah melewatkan waktu begitu saja, sekarang pilih mana, mau diteriaki maling atau minggir?" Gantian aku yang ancam dia yang kelakuannya sangat kampungan itu. Mbak Dila diseret sang kakak yang sejak tadi berada di dalam mobil. Akhirnya mereka minggir dari jalan yang menghalangi kami lewat. Aku masuk dengan menghentakkan kaki. Kali ini kami berdua berangkat berdua saja, karena merasa sudah aman dari peneror yang diduga Rifat pada saat aku dan Mas Arlan hendak membuka kasus yang dulu. "Sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN