Kakaknya Calista berdiri tepat di sebelah Rifat. Mereka berjejer dan laki-laki yang bernama Hendra itu tersenyum. "Beliau pemilik panti asuhan, dimana saya tinggal selama hilang ingatan, Pak Rifat pula yang membayar utang-utang saya, dan juga orang yang memberikan informasi bahwa Calista sedang berbaring di rumah sakit," terang Mas Hendra. Jadi, kali ini kakaknya Calista punya utang budi terhadap orang yang nyaris mencelakai dia. Aku paham sekarang, ia mengambil keputusan yang sudah benar, walau bagaimana pun ini ungkapan rasa terima kasihnya pada Rifat. "Baiklah, kalau begitu kami pamit," ucap Mas Arlan berkata pada sang kakak. Mas Gerry mengantarkan kami sampai depan pintu, ia bicara pada kami lebih dulu. "Besar kemungkinan setelah ini aku dan Calista akan bekerja dengan Danang,

