Bab 78

1381 Kata

“Ada apa, Mah?” tanya Mas Arlan. Aku coba menebak dari sini, sepertinya memang ada sesuatu terjadi. “Rumah disita oleh anteknya Kiara dan Rifat, mereka bilang rumah ini miliknya,” ucap mama mertuaku membuat kami terperangah. Bagaimana bisa rumah warisan almarhum papanya Mas Arlan disita oleh Kiara dan Rifat? “Mah, kita harus lapor polisi, ini tidak bisa seenaknya begitu,” jelas Mas Arlan. “Nggak akan menang, Lan, ini salah Mama, dulu perjanjian dengan Rifat adalah menikah dengannya, kalau Mam melanggar maka rumah ini jadi jaminannya, sudah tertulis di surat perjanjian,” jawab Mama Desti membuat Mas Arlan menepuk keningnya. “Kalau gitu, biarkan antek-antek Rifat sita rumah itu,” sahut Mas Arlan kemudian telepon pun terputus. Aku terkejut melihat Mas Arlan yang tanpa basa-basi la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN