“Mas, Mbak Calista kan tenggelam karena musibah,” sanggahku menolak disalahkan. Mas Gerry terdiam sejenak tapi setelah itu langsung menutup kaca mobilnya dan melaju begitu saja. Astaga, baru kali ini ada orang yang tak peduli dengan ucapanku dan meninggalkan aku tanpa permisi lagi. Mana keluar dari rumah untuk mencariku, ia menghampiri dengan langkah setengah berlari. “Kamu ini ngapain sih ngejar mobil orang?” tanya mama. “Itu Mas Gerry, Mah, entahlah dia kenapa sampai seperti itu,” ucapku padanya. Mata ini masih tertuju ke arah mobil yang masih terlihat dari kejauhan. Sesekali aku mengalihkan pandangan ke rumah berlantai dia yang dihadiahkan Kiara untuk Mbak Dila. “Sudah, masuk yuk! Nggak usah mikirin macam-macam, pokoknya kamu lagi hamil jangan mudah stress,” perintah mama. Ka

