Bab 76

1476 Kata

Kami pulang bersama, karena persidangan akan ditunda. Mama dan Hesti sudah pulang lebih dulu, mereka ingin mencari keberadaan Mas Gerry. Entahlah apa yang mereka ingin perbuat, yang terpenting korban dan saksi yang tadi sudah hadir bisa menjadi pertimbangan hakim, meskipun vonisnya nanti tidak menyenangkan hati, sebab setahuku pengacara yang digandeng oleh Kiara adalah pengacara terbaik, dan selalu memenangkan perkara. Di parkiran, aku bertemu dengan Pak Denis, pengacaranya Kiara, ia menyunggingkan senyuman semringah. Kami masuk tanpa bicara lagi dengannya. Pikiran ini berkecamuk, bercampur aduk, apa mereka akan bebas tanpa dihukum? Bukankah sudah jelas bahwa mereka semua bersalah? Penusukan yang dilakukan anak buahnya Danang, seharusnya memberatkan hukuman mereka. “Sudahlah, jangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN