Pov : Dinda Kulihat jam dinding sudah pukul 11 malam namun Mas Bima belum juga pulang. Entah kemana dia. Beberapa hari belakangan dia memang selalu pulang malam. Alasannya agar bisa mendapat uang lebih. Tapi nyatanya tetap kekurangan. Beruntung sekarang aku sudah kerja jadi tak terlalu mengandalkan uang Mas Bima yang nggak seberapa. Terdengar suara dari teras. Sepertinya suara Mas Bima entah menelepon siapa malam-malam begini. Mungkin dia pikir aku sudah tidur jam segini padahal belum. Aku baru saja menyelesaikan pekerjaan kantor yang terpaksa kubawa pulang tiap akhir bulan. "Aku sudah bilang sama kamu, Den. Semua sudah terjadi. Kupikir, Amel bakal merestui hubunganku dengan Dinda karena dia adik kesayangannya. Tapi ternyata dugaanku keliru. Dia justru minta cerai." "Ya, ya, ya. Maaf,

