Part 36

1125 Kata

"Amel ...." Suaranya kembali terdengar. Gegas kualihkan pandangan. Aku tak tahu kenapa laki-laki itu sudah ada di sini. Padahal Tante Rosita bilang jika dia berada di luar kota, makanya aku berani masuk ke sini. Aku kembali menoleh ke belakang, buru-buru menyeka air mata yang deras mengalir di pipi. Laki-laki yang dulu cukup dekat denganku itu sudah berdiri di ambang pintu. Sedari tadi kurasa dia terus menatapku lekat. Kutunjuk saja foto-foto yang menempel di dinding lalu selembar kertas yang menyatakan kemandulannya dan terakhir isi laptopnya. Tanpa suara, hanya air mata yang terus deras menetes. Mas Denis terus menatapku dengan berkaca-kaca. Aku dan dia hanya diam saling tatap lalu menunduk tanpa bicara beberapa menit lamanya. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga kudengar lirih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN