Part 37

1433 Kata

"Jangan dibuka dulu ya, Sayang. Kita kan belum tahu kado ini dari siapa," ujarku pelan sembari mengusap punggung kedua gadis kecilku itu. Mereka menghela napas seketika. Tampak kecewa di wajah polos mereka berdua. "Tapi, Ma ... itu sudah ada nama Yuka sama Yuki kan? Bibi bilang itu buat kita, Mama." Yuki merajuk sembari bergelayut manja di lenganku. "Iya, Sayang. Cuma kita nggak tahu siapa pengirimnya. Kalau isinya benda berbahaya bagaimana?" Tak ingin kalah, aku terus membujuk mereka agar tak membuka kado itu sekarang. Setidaknya sampai aku tahu siapa pengirim kado tanpa nama itu. Papa mereka atau memang Mas Denis. "Aku yang kirim kadonya, Mel." Suara itu tiba-tiba mengagetkanku. Aku dan anak-anak pun mendongak ke arah pintu masuk. Sosok jangkung dengan hoodie hitamnya itu sudah ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN