“Hallo, semuanya, Keysha datang! Yaampun pak Akbar, lama kayaknya saya ngga liat Bapak.” “Halah, kayak udah setahun ngga ketemu aja. Seminggu juga belum ada. Kenapa? Kangen ‘kan kamu sama saya?” sahut Akbar, menoleh ke arah Keysha. Keysha tertawa kecil, lalu dia memilih duduk di samping Aksa. Menghiraukan Akbar, tatapan Keysha jatuh ke Aksa yang sedang menikmati minumannya. “Jadi, siapa yang cari saya, Pak? Kok tumben nyari saya pakai perantara begini? Biasanya juga engga, langsung dateng ke muka. Ngga mungkin Nana, ‘kan? Atau iya? Tipis-tipis caper gitu? Kal—” Belum selesai Keysha menyelesaikan kata-katanya, Aksa sudah lebih dulu menutup mulutnya. Astaga, istrinya memang senang sekali bicara panjang. Benar-benar orang tidak dikasih kesempatan untuk menjawab. Mulut yang tiba-tiba dibeka

