Bab 133. Saingan?

1516 Kata

“Anjir, mpok Lia, mangga lu makin asem aja.” Dina meringis merasakan asamnya mangga saat dia menggigitnya. Walaupun berkata asam, tetapi mulutnya tetap makan. Berbeda dengan Dina yang keasaman, sedangkan Keysha bertepuk tangan layaknya anak kecil. Wajah wanita itu terlihat sangat bahagia yang benar-benar bahagia. Keysha mengambil satu potong mangga lagi, lalu mencoelnya ke sambal. “Manis gini kok dibilang asam.” “Gila dia, Din,” sahut Lia, menggelengkan kepalanya. Pasalnya apa yang Dina bilang tadi sangat benar adanya. Mangga yang Keysha pilih semuanya mangga muda. Keysha menoleh, menyipitkan matanya menatap Lia dan Dina. “Jahat banget ngatain bumil gila. Padahal emang benar manis.” “Nah, itu, lu belum jawab pertanyaan gua!” Lia menarik rambut panjang Keysha yang terurai ke belakang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN