“Ini muka kenapa asem banget?” Lia menoel pipi Keysha. Keysha menerjapkan kedua matanya. Sekilas dia menoleh, menatap Lia yang berdiri di sampingnya. Sejak jam tujuh tadi kegiatan Keysha hanya duduk di depan kamar kostnya dengan tatapan sendu. Seharusnya hari ini dia bersiap, bersemangat. Tapi realitanya tidak begitu. di hari spesial ini, Keysha tidak didampingi Adella. Padahal Keysha ingin sekali bundanya ada untuk sekedar membantu. Hari ini Keysha libur, dan seharusnya dia bisa bangun siang. Tapi penyakit anak kuliahan memang melekat pada dirinya. Giliran libur tidak bisa bangun siang. Didiamkan oleh Keysha Lia kembali menoel pipi Keysha. “Mpok, kalau mau nyapu ya nyapu aja, anggap ngga liat saya lagi duduk.” “Dikata lu setan kali ya,” sahut Lia. Tidak ingin membuat anak kostnya itu

