“Gimana masakan Mama, Key? Pas di lidah kamu atau ada yang kurang rasanya?” Keysha mengelap sejenak bibirnya menggunakan tissue lalu dia menjawab, “enak, Tante. Masakan Tante emang ngga pernah salah. yang waktu itu Tante bawain aku ke kost aja aku makan irit-irit saking enaknya.” Nia menatap lemas Keysha. Bukan tidak suka dengan pengakuan Keysha, melainkan cara panggil sang menantu yang masih menggunakan ‘tante’ terdengar aneh. Melihat perubahan wajah Nia yang drastic, Vino dan Aksa saling tatap. Kedua pria itu tahu apa yang ada di kepala Nia saat ini. Tapi untuk mengingatkan, rasanya Aksa enggan sekali. Toh dia yakin Mamahnya memaklumi. Meja makan yang tiba-tiba menjadi hening tentu membingungkan Keysha. Refleks dia melirik Aksa yang duduk di sampingnya yang sedang menikmati buah anggu

