Chapter 38 - Maximillan Diam bukan berarti tidak bisa berbuat apapun. Diam bisa jadi sedang merencanakan yang terbaik untuk hari pembalasan. -Nathania - “Maxi, tolong aku. Penting banget.” Panggil Nath pada Maximilian, temannya yang mafia dari Australia, melalui video call. “Kamu pasti lagi masalah besar banget ya?” Tanya Maxi malas. Ia tahu jika Nath sudah menelponnya, artinya sudah sangat mendesak. Biasanya Nath bisa mengerjakan semua sendiri. “So pasti donk. Kamu tahu kan. Kamu kab sekutu aku yang paling aku percaya, Maxi.” Nath tersenyum girang melihat Maxi yang sudah bisa membaca situasinya saat ini. “Jadi kamu mau apa?” Maxi tersenyum melihat adik angkat kesayangannya. Ia tahu jika Nath menelepon dan tersenyum artinya ia sudah mentok. “Buat aku seolah mati. Gimana?” “Kamu g

