Bab 13. Bulan Madu

1025 Kata

Rhea menatap takjub pemandangan laut yang berwarna biru. Embusan angin laut yang menerpa tubuhnya membuat rambut panjang dan bajunya berkibar. Dia merentangkan kedua tangannya sambil memejamkan mata. Hati kecilnya merasa sangat bahagia bisa menginjakkan kaki di tempat yang dikenal sebagai salah satu potongan surganya dunia. "Aaaaaaa!" teriak Rhea dengan tersenyum lebar. "Berisik!" bentak Deva yang kesal karena istrinya berkelakuan norak di matanya. Bagi Deva ini bukan pertama kali datang ke sini. Dia pernah beberapa kali liburan di sini, baik bersama teman, saudara, atau pun kekasihnya. "Ih, tidak suka melihat orang lain senang!" gerutu Rhea dengan tatapan sinis kepada Deva yang sedang berjemur berbaring di kursi pantai yang ada di balkon resort yang mereka sewa. Rhea berenang dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN